Saksikan Atraksi Demo Industri Pertahanan Dalam Negeri, Presiden Joko Widodo Hadiri Indonesia Defence 2022

Jakarta, IDM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menghadiri acara Indo Defence 2022 Expo and Forum di JIEXpo, Jakarta, Rabu (2/11).
Dalam laporannya kepada Presiden Jokowi, Menhan Prabowo menjelaslan bahwa Indo Defence tahun ini merupakan yang kesembilan kalinya. Menhan Prabowo juga menjelaskan bahwa Indonesia akan terus berkomitmen untuk terus mendorong industri pertahanan yang lebih mandiri.

“Yang terhormat Bapak Presiden, kami ucapkan selamat datang dan menyaksikan live demo alutsista buatan dalam negeri,” ucap Menhan Prabowo.
Demonstrasi peragaan kemampuan alutsista industri dalam negeri terdiri dari produk-produk dari DEFEND ID maupun swasta.
Selain demonstrasi alutsista, Presiden Jokowi juga diperlihatkan skema operasi penyelematan sandera dari Komando Pasukan Khusus, peterjun payung dari satuan Kopasgat, Kopassus, dan Denjaka, juga ada penampilan dari Kepolisian Republik Indonesia sampai Komponen Cadangan. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































