HANKAM

Sahli KSAD Gelar Focus Group Discussion Pertahanan Siber

Sahli KSAD Gelar Focus Group Discussion Pertahanan Siber
Staf Ahli KSAD Bidang Intekmil dan Siber menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertemakan “Memperkuat Pertahanan Siber Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok TNI AD”, Jakarta, Rabu (24/3/2021). Photo: Dok. Dispen AD

Jakarta, IDM - Bertempat di Hotel Grand Mercure Harmoni, Staf Ahli KSAD Bidang Intekmil dan Siber menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertemakan “Memperkuat Pertahanan Siber Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok TNI AD”, Jakarta, Rabu (24/3/2021).

Dalam sambutan tertulisnya, Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) KSAD Letjen TNI Besar Harto Karyawan, S.H., M.Tr. (Han) mengatakan, perkembangan dan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di era industri 4.0 pada saat ini sudah memasuki semua aspek kehidupan masyarakat di dunia. Pemanfaatan TIK tersebut mendorong terbentuknya satu komunitas yang terhubung secara elektronik dalam satu ruang yang sering disebut ruang siber (cyber space).

Sistem elektronik termasuk jaringan internet pada saat ini dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan di sektor usaha, perdagangan, layanan kesehatan, komunikasi dan pemerintahan, serta sektor pertahanan. Semakin meluas dan meningkatnya pemanfaatan TIK, khususnya melalui jaringan internet diiringi pula dengan meningkatnya aktivitas ancaman. Ancaman itu antara lain upaya membobol kerahasiaan informasi, merusak sistem elektronik dan berbagai perbuatan melawan hukum lainnya.

“Dengan memperhatikan hal di atas, ruang siber perlu mendapatkan perlindungan yang layak guna menghindari potensi yang dapat merugikan pribadi, organisasi bahkan negara,” tambahnya.

Koorsahli KSAD menjelaskan bahwa istilah pertahanan siber muncul sebagai upaya untuk melindungi diri dari ancaman dan gangguan tersebut. Pertahanan siber bertingkat dari lingkup perorangan, kelompok kerja, organisasi sampai dengan skala nasional. Perhatian yang khusus diberikan pada sektor yang mengelola infrastruktur kritis seperti pertahanan keamanan, energi, transportasi, sistem keuangan, dan berbagai layanan publik lainnya. Gangguan pada sistem elektronik pada sektor-sektor ini bisa menyebabkan kerugian ekonomi, turunnya tingkat kepercayaan kepada pemerintah, terganggunya ketertiban umum dan lain-lain. Resiko ini yang menjadi pertimbangan diperlukannya pertahanan siber yang kuat dalam satu Negara.

Sahli KSAD Gelar Focus Group Discussion Pertahanan Siber
Staf Ahli KSAD Bidang Intekmil dan Siber menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertemakan “Memperkuat Pertahanan Siber Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok TNI AD”, Jakarta, Rabu (24/3/2021). Photo: Dok. Dispen AD

Dalam FGD ini turut menghadirkan 4 (empat) narasumber, yakni; Dirjen PPI Kemenkominfo RI, Prof. Dr. Ahmad M. Ramli; Kepala BSSN Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian yang diwakilkan kepada Direktur PIIFD BSSN, Brigjen TNI Bondan Widiawan; Dansat Siber TNI, Brigjen TNI (Mar) Suaf Yanu Hamdani; dan Adri Gautama dari CISCO.

Dirjen PPI Kemenkominfo RI, Prof. Dr. Ahmad M. Ramli mengatakan, bahwa penyebaran hoaks, termasuk hoaks tentang virus corona sangat tinggi. Hoaks merupakan satu problem bagi bangsa Indonesia yang harus dapat diatasi.

Kepala BSSN yang disampaikan Direktur PIIFD BSSN, Brigjen TNI Bondan Widiawan, dalam paparannya merekomendasikan beberapa penguatan pertahanan siber untuk TNI diantaranya; Security Awareness menjadi kunci pencegahan; Informasi Sensitif (Intelijen) menjadi komoditas target serangan; Menjaga keamanan infrastruktur informasi kritikal di TNI; Membangun kapabilitas ofensif TNI di ruang siber; Membangun kapabilitas tanggap insiden siber dan; Membangun kolaborasi dengan komunitas dan pemangku kepentingan.

Dansat Siber TNI, Brigjen TNI (Mar) Suaf Yanu Hamdani menyebutkan, terkait tren serangan siber, yang meliputi; critical sampai 4,01% (jumlah serangan 7.348.042), medium 4,74% (jumlah serangan 8.666.600), dan low 91,25% (dengan jumlah serangan 167.006.046). Sedangkan narasumber terakhir, Adri Gautama, menguraikan tentang kebijakan keamanan siber, tata kelola, dan kepemimpinan untuk perwira senior. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.