HANKAM

Saat Marinir AS Berguru 'Jungle Survival' ke Marinir TNI AL

Prajurit Marinir dan USMC
Prajurit Marinir AS mempraktikkan cara menangani ular sanca di bawah bimbingan instruktur Puslatpurmar 8 Teluk Ratai saat materi jungle survival latihan Platex 2026 di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Selasa (18/8). (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Jakarta, IDM – Prajurit Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) menjajal cara bertahan hidup di lebatnya hutan tropis Indonesia bersama Korps Marinir TNI Angkatan Laut. Instruktur dari Pusat Latihan Pertempuran Marinir (Puslatpurmar) 8 Teluk Ratai memandu langsung materi tersebut di kawasan Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Selasa (18/8).

Marinir kedua negara mempraktikkan cara mencari sumber mata air, mengenali tumbuhan dan hewan hutan yang aman dikonsumsi, hingga merakit tempat perlindungan darurat dari dedaunan dan ranting pohon untuk menghadapi cuaca ekstrem di belantara rimba.

Baca Juga: TNI AD dan US Army Turunkan Helikopter Canggih di Latma Kesatria Warrior 2026

Komandan Puslatpurmar 8 Teluk Ratai Letkol (Mar) Rinto Hutagaol menegaskan, pembekalan bertahan hidup di hutan (jungle survival) ini bertujuan menyamakan kemampuan dasar kedua pasukan saat beroperasi di medan tropis.

Prajurit Marinir dan USMC
Prajurit USMC mencatat penjelasan instruktur Marinir TNI AL mengenai jenis tumbuhan liar hutan tropis yang dapat dikonsumsi saat materi jungle survival. (Foto: Dok. Dispen Kormar)

"Melalui materi ini, seluruh peserta latihan kami dorong agar menguasai teknik bertahan hidup di medan hutan dan mampu menerapkan pengetahuan tersebut saat menghadapi situasi darurat di medan operasi nyata," kata Rinto, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Rabu (19/8).

Baca Juga: Serda Marthin Luther Juara Lari 10K di Bangkok, Taklukkan 5.000 Pelari Asia

Materi rimba ini menjadi bagian dari latihan bersama Platoon Exchange (Platex) 2026. Sebanyak 169 personel gabungan yang terdiri atas 109 prajurit Batalion Infanteri 7 Marinir dan 60 personel USMC dari Gugus Tugas Marinir Rotasi Darwin (MRF-D 26) terlibat dalam latihan bersama selama 17 hari sejak 12-28 Agustus 2026.

Selain bertahan hidup di hutan tropis, agenda latihan tahunan ini menguji pengintaian udara menggunakan pesawat nirawak, evakuasi medis darurat di bawah tekanan tembakan musuh, serta simulasi pertempuran jarak dekat di area permukiman.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.