RSPPN Kemhan-TNI Buka Pelayanan Kesehatan, Jangkau Pelosok di Aceh Utara

Jakarta, IDM – Tim tenaga medis dari Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) bersama Denkesyah IM 0401 Lhokseumawe, melaksanakan kegiatan kemanusiaan dengan membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi korban bencana banjir dan longsor di beberapa titik pengungsian di Provinsi Aceh, Senin (22/12).
Layanan kesehatan tersebut dilakukan secara mobile dengan menjangkau wilayah pelosok desa di Aceh Utara. Salah satu lokasi pelayanan kali ini berada di Desa Meunasah Blang Reuling, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.
Kegiatan ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat terdampak bencana serta memudahkan akses layanan kesehatan. Melalui layanan kesehatan mobile, kebutuhan dasar warga di pengungsian dapat terpenuhi secara lebih cepat dan merata.
Baca Juga: Praka Alias Praji Sumbang 2 Medali di Ajang SEA Games Thailand
Akses menuju lokasi dari Kota Lhokseumawe dengan jarak tempuh yang sebelumnya hanya sekitar satu jam, kini memakan waktu lebih lama akibat kerusakan jalan pasca banjir dan longsor. Kondisi jalan yang berlumpur dan mengering turut menimbulkan debu kuning saat dilalui kendaraan roda empat, sehingga perjalanan menjadi lambat.
Sesampainya di lokasi, masyarakat tampak antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan, mulai dari anak-anak, ibu- ibu serta lansia.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Kartika Pratiwi, mengatakan layanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, konsultasi medis, serta pemberian obat sesuai dengan hasil diagnosa pasien.
Baca Juga: Tembus Pegunungan Gayo, 100 Babinsa Salurkan 10 Ton Beras ke Bener Meriah
Adapun keluhan kesehatan yang banyak dialami masyarakat pascabanjir antara lain alergi kulit, gatal-gatal, batuk, pilek, demam, diare, luka luar, hingga sesak napas.
“Ramai sekali hari ini, sekitar 240 orang berobat. Paling banyak itu pasien mengeluhkan pegel linu, dermatitis, terus jamur, trauma setter anak- anak ada sekitar 74 orang,” kata Kartika.
Oleh karena itu, Kartika menyarankan agar masyarakat tetap menjadi kebersihan khususnya kebersihan kulit meskipun dalam kondisi bencana seperti saat ini dengan mandi pakai sabun agar kulit tidak jamuran.
Baca Juga: Kopassus TNI AD Tempa Generasi Muda di Sekolah Rakyat
Sementara itu Pasi Minkes Denkesyah IM 0401 Lhokseumawe, Lettu Ckm Rusli, mengatakan tenaga medis berperan aktif dengan menyiagakan layanan kesehatan bagi para pengungsi hingga menjangkau pelosok desa bahkan ke lokasi terpencil di Kabupaten Aceh Utara.
“Posko utama kita ada di Denkesyah IM 0401 Lhokseumawe. Kegiatan kita mobile setiap hari di tempat berbeda, seperti Kecamatan Sawang di Desa Meunasah Blang Reuling hari ini sudah kita laksanakan, selain itu di Kecamatan Muara Batu, Dewantara, Samudera dan Lhoksukon sudah kita laksanakan,” jelas Rusli.
Layanan kesehatan tetap dibuka hingga seluruh pasien di lokasi mendapatkan penanganan secara merata. Selanjutnya tim kembali ke Lhokseumawe dan melanjutkan ke lokasi berikutnya esok hari sesuai yang telah dijadwalkan. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































