RSPAD Terima Bantuan Dua Unit Ambulans Dari PT Pegadaian

Jakarta, IDM - Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto menerima penyerahan bantuan dua unit Ambulans Mini ICU dari PT. Pegadaian. Penyerahan secara simbolis tersebut dilakukan pada acara Pegadaian Gebyar Kemerdekaan dengan tema “Dari Kita Untuk Indonesia” yang digelar di The Tribrata Jakarta Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Selasa (24/8/2021).
Penyerahan secara simbolis ambulans mini ICU dilakukan oleh Direktur Utama PT. Pegadaian Kuswiyoto yang diterima oleh Kepala RSPAD Gatot Soebroto Letjen TNI dr. Albertus Budi Sulistya, Sp.THT-KL., M.A.R.S yang juga hadir sebagai tamu kehormatan pada acara tersebut.
Selain penyerahan secara simbolis ambulans mini ICU, juga diberikan penghargaan kepada 1030 Tenaga Kesehatan (Nakes) dari 61 kantor area seluruh Indonesia yang diwakili oleh enam perwakilan Nakes RSPAD Gatot Soebroto.Penghargaan diserahkan oleh Direktur Jaringan Operasi dan Penjualan PT. Pegadaian Damar Latri Setiawan.
Selain dilakukan tatap muka secara terbatas dan dengan mematuhi protokol kesehatan, acara “Pegadaian Gebyar Kemerdekaan” juga dilakukan secara virtual. (nhn/man)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































