RSAU dr. Dody Sardjoto Disiapkan untuk Identifikasi Korban Pesawat ATR 42-500

Jakarta, IDM – TNI AU menyiagakan Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. Dody Sardjoto sebagai posko tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk mendukung proses identifikasi korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto, menyebut TNI AU akan terus mendukung proses identifikasi setelah evakuasi selesai dilakukan.
“Setelah korban berhasil dievakuasi dari lokasi jatuhnya pesawat, TNI AU menyiagakan RSAU dr. Dody Sardjoto sebagai posko Tim DVI untuk mendukung proses identifikasi korban bersama instansi terkait,” ujar Arifaini dalam siaran pers yang diterima, Senin (19/1).
Baca Juga: Tak Cuma Penyelam, Terapi Hiperbarik Kini jadi Solusi Stroke dan Luka Kronis
Dalam operasionalnya, RSAU dr. Dody Sardjoto akan berkolaborasi dengan Polri, Basarnas, pemerintah daerah, serta berbagai pihak terkait agar seluruh tahapan identifikasi berjalan cepat, akurat, dan sesuai standar internasional DVI.
TNI Angkatan Udara memastikan akan terus hadir dalam operasi kemanusiaan, tidak hanya pada tahap pencarian dan evakuasi, tetapi juga pada penanganan lanjutan untuk memberikan kepastian bagi keluarga korban.
Sebelumnya, pesawat milik Indonesia Air Transport yang terbang dari Yogyakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin hilang kontak pada Sabtu (17/1) siang.
Baca Juga: Ikuti Latker EIS, Sepuluh Personel TNI AU Disiapkan Menjadi Teknisi Pesawat Tempur T-50i yang Andal
Namun pada Minggu (18/1), Kantor SAR Makassar memberikan informasi mengenai keberadaan pesawat ATR 42-500 yang terdeteksi ketika pesawat patroli udara melihat serpihan berwarna putih di kawasan Bukit Bulusaraung.
Diketahui, pesawat ATR 42-500 tercatat membawa total 10 orang penumpang yang terdiri dari tujuh kru serta tiga pekerja Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































