RS dr Oepomo Surabaya Diproyeksikan jadi Rumah Sakit Penunjang Pendidikan

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali tengah mematangkan proyeksi Rumah Sakit Angkatan Laut (Rumkital) dr. Oepomo menjadi rumah sakit penunjang pendidikan (RSPP). Langkah besar ini bertumpu pada misi modernisasi fasilitas medis demi mendongkrak mutu pendidikan calon prajurit jajaran TNI AL.
Rencana strategis tersebut menggelinding ke meja pimpinan setelah Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) KSAL Laksda H. Krisno Utomo memaparkan draf kerja terbarunya. Rapat koordinasi ini juga melibatkan Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) V Laksda Ali Triswanto beserta jajaran secara virtual dari Surabaya, Jawa Timur, Senin (15/6).
Baca Juga: KRI Selar-879 Disiagakan Bantu Masyarakat Terdampak Gempa di Sangihe-Talaud
Ali menegaskan, integrasi fasilitas kesehatan dengan sistem pendidikan militer memegang peranan yang sangat krusial. Langkah ini bertujuan memastikan seluruh calon prajurit mendapatkan layanan medis yang cepat dan berstandar mutu tinggi.
"Penetapan RS dr. Oepomo Kodaeral V sebagai rumah sakit penunjang pendidikan menjadi langkah penting untuk memperkuat dukungan kesehatan bagi para calon prajurit yang sedang menempuh pendidikan di lingkungan TNI AL,” ujar Ali, dikutip dari keterangan Dispenal, Senin (15/6).
Ali menambahkan, kehadiran fasilitas kesehatan yang terpadu dengan dunia pendidikan akan mengoptimalkan proses pembentukan karakter dan fisik prajurit. Melalui peningkatan status ini, RS dr. Oepomo Surabaya tidak sekadar menjadi tempat berobat, melainkan bertransformasi sebagai pusat pengembangan kapasitas sumber daya manusia bagi tenaga kesehatan militer di bidang kedokteran pertahanan.
Nantinya, faskes jajaran Kodaeral V ini akan terintegrasi langsung dengan Rumah Sakit Pusat Angkatan Laut (RSPAL) dr. Ramelan serta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soetomo. Manajemen juga bakal menyuntikkan sejumlah fasilitas medis mutakhir untuk mendongkrak operasional rumah sakit.
Baca Juga: Tiga Pamen TNI AU Rampungkan Pendidikan Air Command and Staff College di Amerika Serikat
Kawasan medis ini akan dilengkapi dengan instalasi gawat darurat khusus penanganan cedera parah (Trauma Center UGD) yang siaga 24 jam, pusat penanganan penyakit jantung (Kardiologi dan ICCU), unit kesehatan jiwa militer (Psikiatri Militer dan Psikologi Kronis), hingga terapi pemulihan fisik (Rehabilitasi Medik dan Sports Medicine). Tak kalah mentereng, fasilitas kedokteran kelautan dan ruang terapi oksigen bertekanan tinggi (Hiperbarik) juga siap beroperasi di faskes tersebut.
Dengan deretan fasilitas kelas wahid itu, RS dr. Oepomo di Surabaya mengemban mandat baru sebagai pusat seleksi kesehatan bagi para taruna maupun calon siswa yang ingin meniti karier di TNI AL.
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































