HANKAM

Rotasi Kepemimpinan, Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto Resmi Menjabat Danlanud Sultan Hasanuddin

Pangkoopsud II.
Pangkoopsud II Marsda TNI Deni Hasoloan Simanjuntak memimpin sertijab Komandan Lanud Sultan Hasanuddin. (Foto: Dok. Instagram @lanudsultanhasanuddin_)

Jakarta, IDM – Lanud Sultan Hasanuddin resmi dipimpin oleh komandan baru yaitu Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto usai upacara serah terima jabatan (sertijab) yang dipimpin oleh Panglima Komando Operasi Udara (Pangkoopsud) II Marsda TNI Deni Hasoloan Simanjuntak di apron baseops Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Kamis (16/1).

Sebelumnya, jabatan Komandan Lanud Sultan Hasanuddin diemban oleh Marsma TNI Bonang Bayuaji yang akan menempati posisi baru sebagai Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU).

Baca Juga: Koarmada II Gelar Latihan Pratugas Satgas Operasi Intelijen Maritim

Rotasi kepemimpinan di jajaran Komando Operasi Udara II disebut Marsda TNI Deni Hasoloan sebagai bagian dari dinamika organisasi dengan tujuan untuk menjaga keberlanjutan misi dan visi yang telah diemban. Menurutnya, pergantian komandan menjadi wujud komitmen TNI AU untuk terus melakukan pembaruan, penyegaran, dan perbaikan yang berkesinambungan, serta proses regenerasi kepemimpinan.

“Lanud Sultan Hasanuddin sebagai satuan jajaran yang berada di bawah Komando Operasi Udara II telah berhasil melaksanakan seluruh tugas dan tanggung jawab yang diberikan dengan baik, dalam mendukung pelaksanaan operasi penerbangan dan pembinaan kewilayahan dengan dedikasi, integritas, dan kapabilitas dari Marsma TNI Bonang Bayuaji Gautama beserta jajaranya di Lanud Sultan Hasanuddin”, ujar Pangkoopsud II dikutip dari keterangan Penerangan Lanud Sultan Hasanuddin dalam Instagram @lanudsultanhasanuddin.

Pangkoopsud II.
Pangkoopsud II Marsda TNI Deni Hasoloan (tengah); Marsma TNI Bonang Bayuaji (kiri); dan Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto (kanan)

Kepada Marsma TNI Bonang Bayuaji, Pangkoopsud II menyampaikan apresiasi serta terima kasih atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian terbaik yang telah diberikan selama menjabat sebagai Komandan Lanud Sultan Hasanuddin.

Baca Juga: TNI AL Bantu Penanganan Bencana Tanah Longsor di Batam

Di sisi lain, Marsda TNI Deni berharap Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto dapat menjalankan tugas barunya dengan baik. “Komitmen dan dedikasi Komandan beserta seluruh personel Lanud Sultan Hasanuddin diharapkan menjadi teladan yang patut dicontoh, serta mampu menjawab setiap tantangan dengan semangat pengabdian yang tinggi,” kata dia.

“Saya berpesan semoga ke depannya, di bawah kepemimpinan Komandan Lanud Sultan Hasanuddin yang baru, soliditas dan sinergitas di antara TNI-Polri, pemerintah dan rekan mitra yang telah terpupuk dengan baik dapat terus ditingkatkan,” pungkas Pangkoopsud II. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.