HANKAM

Rotasi Kepemimpinan, KSAU Pimpin Sertijab Komandan Seskoau

KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono
KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono memimpin upacara sertijab Komandan Seskoau. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) di Lembang, Bandung, Selasa (13/10).

Usai sertijab, jabatan Komandan Seskoau kini telah resmi diemban oleh Marsda TNI Palito Sitorus, setelah sebelumnya posisi yang sama diamanatkan kepada Marsda TNI Jorry S. Koloay.

Dalam sambutannya, Marsekal Tonny menekankan peran penting Seskoau sebagai pusat pengembangan doktrin dan pemikiran strategis untuk mendukung pembangunan kekuatan TNI Angkatan Udara (TNI AU). Peran tersebut dinilai penting dalam menyiapkan pemimpin yang mampu memahami dinamika lingkungan strategis serta menjawab tantangan peperangan modern.

Baca Juga: Evaluasi Kerja Sama Teknik Militer dengan Rusia, Kemhan Tekankan Pengadaan Alutsista Harus Cakup Alih Teknologi dan MRO

Untuk itu, KSAU mendorong penguatan budaya akademik, pengembangan doktrin, dan kajian strategis sebagai landasan pembentukan pemimpin yang visioner.

Selain itu, Seskoau juga diharapkan mampu membentuk perwira dengan ketajaman analisis, pola pikir yang kritis, serta memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan karakteristik peperangan yang semakin kompleks.

Marsda TNI Jorry S. Koloay dan Marsda TNI Palito Sitorus
Marsda TNI Jorry S. Koloay (kiri) dan Marsda TNI Palito Sitorus (kanan) saat upacara sertijab Komandan Seskoau. (Foto: Dok. Dispenau)

Salah satu upaya yang perlu dilakukan ialah mengembangkan skenario Olah Yudha secara berkelanjutan. Langkah tersebut diperlukan untuk menyesuaikan proses pembelajaran dengan pergeseran karakteristik peperangan menuju ancaman multidomain, sehingga para lulusan memiliki kesiapan menghadapi kompleksitas operasi masa depan.

Baca Juga: TNI AL dan Pakar Singapura Petakan Tantangan Keamanan Maritim Kawasan Indo-Pasifik

Selain pengembangan doktrin dan latihan, Marsekal Tonny juga menyoroti pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sebagai alat bantu analisis dan pendukung pengambilan keputusan. Meski demikian, teknologi tersebut tetap harus ditempatkan sebagai pendukung, bukan pengganti kemampuan berpikir dan pertimbangan seorang pemimpin.

“Gunakan AI sebagai alat bantu analisis untuk merumuskan keputusan yang lebih efektif, bukan sebagai pengganti naluri dan pertimbangan seorang pemimpin,” tegas Tonny, dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI AU (Dispenau), Rabu (14/10).

Melalui penguatan pendidikan, pengembangan doktrin, dan pemanfaatan teknologi secara tepat, Seskoau diharapkan mampu melahirkan pemimpin TNI AU yang profesional, adaptif, dan berpikir strategis dalam menghadapi tantangan tugas serta perkembangan peperangan modern.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.