HANKAM

Rotasi Jabatan, Pangkoopsudnas Pimpin Sertijab Pangkodau II

Pangkoopsudnas Marsdya TNI Minggit Tribowo
Pangkoopsudnas Marsdya TNI Minggit Tribowo saat memimpin acara sertijab Pangkodau II di Mako Kodau II, Makassar. (Foto: Dok. Penerangan Koopsudnas)

Jakarta, IDM – Panglima Koops Udara Nasional (Pangkoopsudnas) Marsdya TNI Minggit Tribowo memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) Panglima Komando Daerah TNI Angkatan Udara II (Pangkodau) II di Mako Kodau II, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (9/1).

Melalui sertijab tersebut, jabatan Pangkodau II secara resmi diserahterimakan kepada Marsda TNI Mochamad Untung Suropati. Sebelumnya, posisi tersebut dijabat oleh Marsda TNI Deni Hasoloan Simanjuntak, yang kini mengemban tugas sebagai Asisten Komunikasi dan Elektronika Kepala Staf Angkatan Udara (Askomlek KSAU).

Dalam amanatnya, Pangkoopsudnas menegaskan bahwa sertijab merupakan salah satu langkah strategis organisasi dalam rangka membina karier prajurit, membuka ruang pengembangan kepemimpinan, serta mendorong lahirnya inovasi yang selaras dengan dinamika dan tuntutan tugas ke depan yang semakin kompleks.

Baca Juga: Tinjau Kesiapan Satuan Yon TP 840 GS, Wakil KSAD: Kebanggaan Prajurit Bukan dari Simbol atau Ucapan

Pada kesempatan yang sama, Marsdya TNI Minggit juga menyinggung perihal validasi organisasi, di mana Koopsudnas memiliki dua unsur Komando Pelaksana Operasi (Kolakops), yakni Komando Operasi Udara (Koopsau) dan Kodau, saat ini.

Marsda TNI Mochamad Untung Suropati
Marsda TNI Mochamad Untung Suropati (kiri), Pangkoopsudnas Marsdya TNI Minggit Tribowo (tengah), dan Marsda TNI Deni Hasoloan Simanjuntak (kanan) setelah acara sertijab Pangkodau II. (Foto: Dok. Penerangan Koopsudnas)

Meski memiliki tugas dan fungsi yang berbeda, kedua unsur tersebut saling melengkapi dan mendukung pelaksanaan operasi udara.

Kodau memiliki peran strategis dalam menyelenggarakan operasi kewilayahan pertahanan matra udara di wilayah Indonesia tengah, baik operasi militer perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP).

Baca Juga: Percepat Pemulihan Infrastruktur Lokasi Bencana, KRI Banda Aceh-593 Bawa Alat Berat dan Logistik ke Lhokseumawe

Selain itu, Kodau juga bertugas untuk menegakkan hukum dan menjaga keamanan ruang udara, melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan udara, serta membina kemampuan dan kesiapan operasional satuan jajaran.

“Melalui Kodau, berbagai program pemerintah di bidang pertahanan dan keamanan udara dapat didukung, dikoordinasikan, dan diimplementasikan secara lebih terarah, efektif, dan optimal,” ungkap Marsdya TNI Minggit dikutip dari siaran pers Penerangan Koopsudnas, Jumat (9/1). (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.