HANKAM

Rotasi Jabatan, Marsma TNI Erwin Sugiandi Pegang Tongkat Pimpinan Kodau I

Marsma TNI Erwin Sugiandi
Marsma TNI Erwin Sugiandi dikukuhkan oleh Panglima Koopsudnas Marsdya TNI Minggit Tribowo menjadi Panglima Kodau I. (Foto: Dok. Penerangan Koopsudnas)

Jakarta, IDM – Rotasi kepemimpinan terjadi di Komando Daerah TNI Angkatan Udara (Kodau) I, ditandai dengan diserahkannya tongkat komando satuan tersebut kepada Marsma TNI Erwin Sugiandi sebagai Panglima Kodau I yang baru.

Prosesi serah terima jabatan (sertijab) Panglima Kodau I dipimpin oleh Panglima Koops Udara Nasional (Pangkoopsudnas) Marsdya TNI Minggit Tribowo di Makodau I, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (9/5).

Dalam sambutannya, Pangkoopsudnas berpesan agar pimpinan Kodau I beserta satuan jajarannya dapat terus menjaga marwah TNI Angkatan Udara (TNI AU) yang AMPUH (adaptif, modern, profesional, unggul, dan humanis).

Baca Juga: Satgas Yonif 301/Prabu Kian Santang Serahkan Pam Obvitnas Freeport ke Yonif 133/Yudha Sakti

“Jaga kesiapsiagaan operasional dalam menghadapi berbagai kemungkinan kondisi darurat yang terjadi di wilayah barat Indonesia,” tutur Marsdya Minggit dikutip dari Penerangan Koopsudnas, Sabtu (9/5).

Marsma TNI Erwin Sugiandi, alumni Akademi Angkatan Udara (AAU) 1997, sebelumnya menjabat sebagai Komandan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Sementara itu, Marsda TNI Muzafar, alumni AAU 1995, mendapatkan amanah baru sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II (Pangkogabwilhan II).

Selayang Pandang Kodau I

Kodau I merupakan Komando Pelaksana Operasi (Kolakops) Koopsudnas yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Panglima Koopsudnas.

Muzafar, Minggit Tribowo dan Erwin Sugiandi
Marsda TNI Muzafar (kiri), Panglima Koopsudnas Marsdya TNI Minggit Tribowo (tengah), dan Marsma TNI Erwin Sugiandi (kanan) seusai upacara serah terima jabatan Panglima Kodau I. (Foto: Dok. Penerangan Koopsudnas)

Kodau I memiliki tugas melaksanakan operasi penegakan hukum dan menjaga keamanan ruang udara; melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan udara; serta melaksanakan pembinaan kemampuan dan kesiapan operasional satuan jajarannya guna mendukung tugas TNI Angkatan Udara.

Melansir laman resminya, Kodau I memiliki 20 pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) jajaran yang tersebar di Pulau Sumatra, serta sebagian Pulau Jawa dan Pulau Kalimantan. Lanud jajaran tersebut terdiri dari lima Lanud Tipe A, tujuh Lanud Tipe B, dan delapan Lanud Tipe C.

Baca Juga: Menhan Sjafrie Siapkan Rindam XIII/Merdeka sebagai Institusi Pendidikan Vital Pencetak Bintara dan Tamtama

Sejumlah lanud tersebut di antaranya Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta yang diperkuat Skadron Udara 31 dengan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yakni pesawat angkut A400M dan C-130J Super Hercules.

Selain itu, terdapat Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, yang menjadi home base bagi Skadron Udara 12 dengan alutsista baru TNI AU yakni pesawat tempur Rafale dan Skadron Udara 16 dengan pesawat F-16 Fighting Falcon.

Kodau I juga membawahi Lanud Supadio, Pontianak yang menjadi markas bagi Skadron Udara 1, operator pesawat tempur Hawk 109/209. Sementara itu, Lanud Atang Sendjaja, Bogor, merupakan home base bagi Skadron Udara 6 dan Skadron Udara 8 yang menjadi kekuatan helikopter TNI Angkatan Udara seperti Super Puma dan Caracal. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.