Rotasi Jabatan, Letkol Pnb Suyanto Pegang Tongkat Pimpinan Skadron Udara 27

Jakarta, IDM – Letkol Pnb Suyanto resmi memegang tongkat pimpinan Skadron Udara 27 untuk menggantikan pejabat sebelumnya, Letkol Pnb Aldi Alauddin Pattiroei, sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan di lingkungan TNI Angkatan Udara (TNI AU).
Prosesi serah terima jabatan digelar melalui upacara militer di apron Skadron Udara 27, Lanud Manuhua, Biak, Papua, Minggu (22/2). Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Grup 1 Angkut Marsma TNI Ali Gusman.
Baca Juga: Perkuat Ideologi Pancasila, Dinas Pembinaan Mental TNI AU Audiensi dengan BPIP
Dalam amanatnya, Dangrup 1 Angkut berpesan agar Letkol Pnb Suyanto dapat selalu memprioritaskan keselamatan terbang dan kerja selama memimpin Skadron Udara 27, serta menunjung tinggi disiplin prosedur.
“Tidak (boleh) memberi toleransi terhadap setiap bentuk pelanggaran yang berpotensi menimbulkan risiko,” tegas Marsma TNI Ali dikutip dari unggahan Instagram @grup_1_angkut_koopsau, Senin (23/2).

Selain itu, ia berpesan agar pejabat baru Komandan Skadron Udara 27 dapat senantiasa menjaga soliditas satuan yang dibentuk melalui kepemimpinan yang tegas, adil, serta komunikatif. Kepemimpinan tersebut diharapkan mampu memperkuat kerja sama antarunsur satuan, sehingga Skadron Udara 27 dapat mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas secara optimal.
Dangrup 1 Angkut kemudian menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dedikasi, pengabdian, serta kepemimpinan yang telah ditunjukkan Letkol Pnb Aldi Alauddin Pattiroei selama menjabat sebagai Komandan Skadron Udara 27.
Baca Juga: Cegah Insiden di Laut, Kru KRI Wahidin Digembleng Pakai Simulator Canggih
Skadron Udara 27 dikenal sebagai ‘mata dan perisai’ udara di kawasan Timur Indonesia. Melansir berbagai sumber, satuan ini diresmikan pada 13 Juni 2019 oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) periode 2018-2020, Marsekal TNI Yuyu Sutisna.
Skadron Udara 27 menjadi skadron pesawat angkut pertama di Papua yang berperan untuk memperkuat pertahanan di wilayah perbatasan sekaligus membantu pemerataan angkutan di wilayah terisolir, dengan mengoperasikan pesawat angkut ringan dan intai maritim CN-235. (yas)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































