Rotasi Jabatan, KSAU Pimpin Sertijab Perwira TNI AU

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo memimpin upcara serah terima jabatan (sertijab) empat jabatan strategis TNI AU, di Auditorium Mabesau Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (15/6).
Serah terima jabatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/458/V/2022 tanggal 30 Mei 2022 tentang Pemberhentian Dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan TNI.
Sertijab berlangsung khidmat dan ditandai dengan pengambilan sumpah jabatan, penyematan tanda jabatan, serta penandatanganan pakta integritas serta berita acara Sertijab.

Mengutip pernyataan resmi Dispenau, berikut merupakan empat jabatan yang diserahterimakan:
- Kadisopslatau dari Marsma TNI Meka Yudanto kepada Kolonel Pnb Jatmiko Adi
- Kadisdikau dari Marsma TNI Paminto Bambang Pamungkas kepada Marsma TNI Mohammad Syafii
- Kadiskesau dari Marsma TNI Isdwiranto I kepada Marsma TNI Swasono R.
- Kalakespra dr. Saryanto dari Marsma TNI Swasono R kepada Kolonel Kes M. Roikhan Harowi. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































