Rotasi Empat Asisten KSAU, Marsda Ian Fuady Kini Jabat Pangkoopsau

Jakarta, IDM – Empat asisten Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal Mohamad Tonny Harjono, dirotasi dalam surat mutasi, rotasi, dan promosi terbaru terhadap perwira tinggi (pati) TNI di tiga matra.
Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) KSAU Marsekal Muda (Marsda) Ian Fuady dipromosikan menjadi Panglima Komando Operasi TNI AU (Pangkoopsau).
Selanjutnya, posisi Asrena KSAU akan diisi oleh Marsda Yostariza, yang sebelumnya menjabat Asisten Personel (Aspers) KSAU.
Kemudian, Asisten Teritorial (Aster) KSAU Marsda Palito Sitorus ditunjuk menjadi Komandan Sesko TNI AU (Danseskoau), menggantikan Marsda Jorry S. Koloay. Posisi Aster KSAU selanjutnya akan diisi Marsda Bambang Gunarto.
Baca Juga: Lompatan Teknologi TNI AL: Rudal Aster 30 Bikin Kapal PPA Mampu Tangkis Rudal Balistik
Sementara itu, Marsda Jorry akan menjabat sebagai Asisten Operasi (Asops) KSAU, menggantikan Marsda Suliono.
Terakhir, Marsda Djoko Hadipurwanto akan menjabat sebagai Aspers KSAU, setelah tidak lagi menjabat Pangkoopsau.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































