Rombak KRI Sriwijaya, PT PAL Boyong Pembuat Asli Kapal Induk Italia

Jakarta, IDM – PT PAL Indonesia resmi menggandeng galangan kapal asal Italia, Fincantieri S.p.A., untuk merombak dan memodernisasi KRI Sriwijaya-100. Kerja sama ini mengunci kepastian pembaruan teknis kapal perang eks-ITS Giuseppe Garibaldi yang kini masuk jajaran armada TNI AL.
Kedua pihak menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) di Jakarta. Melalui kesepakatan ini, PT PAL memadukan kemampuan teknik dalam negeri dengan Fincantieri selaku perancang dan pembangun asli kapal induk tersebut dari Italia.
Proyek perbaikan ini bertujuan menyesuaikan spesifikasi kapal dengan kebutuhan operasional TNI AL. Penyesuaian teknologi ini disiapkan untuk mendukung misi pertempuran laut, patroli keamanan perairan, hingga operasi bantuan kemanusiaan dan penanganan bencana.
Baca Juga: Presiden Prabowo Apresiasi Korps Zeni TNI AD: Dedikasi Tanpa Batas
Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod menegaskan bahwa tim teknis harus memetakan kondisi fisik kapal secara menyeluruh sebelum pengerjaan dimulai.
"Modernisasi kapal menuntut pemahaman yang utuh terhadap kondisi aktual platform, karakteristik sistem yang sudah terpasang, serta kebutuhan operasional pengguna. Karena itu, prosesnya harus dimulai dari pemetaan (assessment) yang komprehensif," kata Kaharuddin, dikutip dari keterangan resmi PT PAL, Rabu (30/9).
Kaharuddin menjelaskan, tahap inspeksi awal bakal mendeteksi potensi kelangkaan suku cadang (obsolescence) serta menentukan skema integrasi sistem ke jaringan TNI AL. Hasil analisis ini menjadi acuan untuk masuk ke tahap perancangan teknik, perbaikan (refurbishment), modernisasi, hingga pengujian akhir (testing and commissioning).
Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Fincantieri Pierroberto Folgiero menilai kemitraan ini mempererat hubungan pertahanan Indonesia dan Italia.
"Kesepakatan hari ini mencerminkan hubungan yang kuat dan terus tumbuh antara Italia dan Indonesia di sektor angkatan laut dan pertahanan. Giuseppe Garibaldi merupakan kapal yang berperan penting dalam sejarah Angkatan Laut Italia, menjadi simbol nyata kepercayaan dan ambisi bersama yang mempersatukan kedua negara," ujar Folgiero.
Folgiero menambahkan, pihaknya siap diterjunkan untuk mendukung peremajaan alutsista ini.
Baca Juga: Pusat-Daerah Harus Kompak, Menko Polkam Djamari: Program Nasional Tak Bisa Jalan Sendiri
"Bersama PT PAL dan ekosistem industri yang lebih luas di kedua negara, kami siap mengembangkan berbagai inisiatif yang menghasilkan nilai jangka panjang, mendukung Angkatan Laut Indonesia, dan semakin memperkuat kemitraan strategis antara kedua bangsa," tutur Folgiero.
Program perombakan KRI Sriwijaya-100 ini juga ditargetkan memberi dampak bagi industri pertahanan dalam negeri, mulai dari alih teknologi, peningkatan kapasitas teknis insinyur lokal untuk kapal berukuran besar, hingga pembukaan lapangan kerja baru.
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan sudah menyiapkan anggaran untuk biaya operasional, pemeliharaan rutin tahunan hingga lima tahunan, serta peremajaan teknis (retrofit) KRI Sriwijaya-100. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memastikan kapal dalam kondisi baik dan siap ditugaskan kapan saja, meski proses retrofit serta penggantian perangkat komunikasi standar NATO ke versi nasional masih menunggu jadwal.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































