HANKAM

Rincian Senjata yang Diserahkan Warga Ternate ke TNI AD: Ada Peninggalan VOC 1771

Personel TNI
75 pucuk senjata api, 1.111 butir munisi, dan satu granat tangan yang diserahkan masyarakat Ternate, Maluku Utara, Jumat (2/10). (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM – Masyarakat Ternate, Maluku Utara menyerahkan senjata api dan munisi secara sukarela kepada TNI AD. Penyerahan ini berlangsung di Korem 152/Baabullah, Jumat (2/10).

Dilansir keterangan Dispenad, total ada 75 pucuk senjata yang diserahkan, 15 pucuk merupakan senjata standar dan 60 pucuk lainnya merupakan senjata rakitan. Yang menarik jenis senjata yang diserahkan ada peninggalan dari VOC tahun 1771, termasuk FNC, SMR, pistol FN, revolver, pistol pelontar gas air mata, Hamalex, Ster, Broning, Bruno, dan Winchester.

Baca Juga: Siapkan Prajurit Terbaik, Yonif 330 Tri Darma Buka Seleksi Satgas BGC TNI Konga Monusco

Selain itu, ada juga 60 senjata rakitan terdiri atas 41 pucuk laras panjang dan 19 pucuk pistol rakitan. Selain senjata api, masyarakat juga menyerahkan 1.111 butir munisi kaliber 5,56 mm serta satu buah granat tangan/lontar.

"Sebagian senjata tersebut merupakan peninggalan konflik 1999–2000, sedangkan sebagian lainnya merupakan senjata organik peninggalan keluarga yang masuk dari Filipina. Benda-benda tersebut kemudian berhasil dihimpun melalui pendekatan dan komunikasi yang dilakukan prajurit secara berkelanjutan," tulis keterangan Dispenad.

Baca Juga: Alasan Perayaan HUT ke-81 TNI Digelar Sederhana, Tanpa Defile

Atas keberhasilan tersebut, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto juga memberikan penghargaan kepada 35 personel jajaran Korem 152/Baabullah yang dinilai berhasil melaksanakan penggalangan senjata dari masyarakat.

"Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kehadiran prajurit di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui tugas pengamanan, tetapi juga melalui kemampuan membangun komunikasi dan kepercayaan. Pendekatan yang dilakukan secara persuasif mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk secara sukarela menyerahkan senjata, munisi, dan bahan peledak yang masih tersimpan," tutup Dody.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.