HANKAM

Rimpac 2024: Marinir TNI AL Akan Berlatih Taktik Serangan Udara di Hawaii

Rimpac 2024
Pembukaan latihan bersama Rimpac 2024 di Pearl Harbour, Amerika Serikat, Kamis (27/6). (Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Jakarta, IDM – Sebanyak 43 prajurit Marinir TNI AL akan melaksanakan rangkaian serial latihan dalam Rim Of The Pacific (Rimpac) 2024 yang dijadwalkan berlangsung dari 27 Juni-2 Agustus di Hawaii, Amerika Serikat.

Komandan Satgas Gabungan Laksamana Madya John Wade menjelaskan gambaran umum dan inti latihan operasi untuk para pasukan Marinir dari sejumlah negara peserta, saat pembukaan Rimpac 2024 di Pearl Harbour, Amerika Serikat, Kamis (27/6).

Nantinya, pasukan Marinir TNI AL yang dipimpin oleh Mayor (Mar) Lukman Susanto bakal menjalani serial latihan patroli tanpa perlindungan, pertempuran kota (military operation urban training), permintaan bantuan tembakan (call for fire) hingga taktik serangan udara (air assault tactics).

Baca Juga: Latihan Jungar, Ratusan Prajurit TNI AD Terbang di Langit Dawuan

"Kemudian, serial latihan small boat, menembak teknik sniper, cara bertahan hidup di hutan (jungle survival), materi nuklir, biologi, dan kimia (nubika), perawatan medis (combat casualty care), dan pengetahuan pesawat nirawak tempur (small unmanned aerial system)" ujar Kadispen Koarmada II Kolonel Laut (P) Widyo Sasongko dalam keterangannya, Jumat (28/6).

Rimpac 2024
(Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Lebih lanjut, sebanyak tujuh prajurit Pusat Komando Pasukan Katak (Puskopaska) TNI AL yang turut terlibat dalam Rimpac 2024, juga akan melaksanakan materi latihan penyelamatan bawah air (underwater egress training).

Adapun puluhan prajurit pilihan dari Marinir TNI AL itu berangkat dari Jakarta, Selasa (25/6) lalu ke Honolulu, Amerika Serikat dengan penerbangan komersil. Kemudian, mereka segera bergabung dengan KRI RE Martadinata yang saat ini sedang menjalani tahap pangkalan (harbour phase) sebelum memasuki tahap laut (sea phase) pada 11 Juli mendatang.

Baca Juga: Prajurit Buaya Putih Bagikan Buku dan Alat Tulis untuk Anak Papua

Komandan Satgas Rimpac 2024 TNI AL Kolonel Laut (P) Adam Tjahja S mengungkapkan KRI RE Martadinata bakal mengikuti tahap laut selama tiga minggu secara non-stop, tanpa sandar di pangkalan.

Latihan bersama Rimpac merupakan salah satu sarana untuk menguji doktrin, taktik, dan prosedur peperangan laut yang terbaru, khususnya dalam operasi laut gabungan. Melalui latihan ini para peserta, khususnya KRI RE Martadinata dituntut bekerja sama dan mampu membuktikan ketahanan operasional alat utama sistem persenjataan (alutsista). (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.