HANKAM

Ribuan Prajurit Muda TNI Disiapkan untuk Batalyon Teritorial Pembangunan

Dikmata
Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI AD Gelombang I Tahun Anggaran 2025 di Pusat Pendidikan Artileri Medan (Pusdikarmed), Cimahi, Jawa Barat, Jumat (25/4). (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM – Ribuan prajurit muda TNI AD yang baru dilantik dipersiapkan untuk menjadi bagian dari Satuan Batalyon Teritorial Pembangunan (YTP).

Hal ini diungkapkan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakil KSAD) Letjen TNI Tandyo Budi R. saat menutup Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI AD Gelombang I Tahun Anggaran 2025 di Pusat Pendidikan Artileri Medan (Pusdikarmed), Cimahi, Jawa Barat, Jumat (25/4).

Dalam keterangan Dispenad, Sabtu, (26/4) total ada 17.428 prajurit muda dilantik secara serentak di seluruh Kotama TNI AD, setelah menyelesaikan pendidikan dasar keprajuritan selama dua bulan.

Baca Juga: Karo Infohan Kemhan Sebut Pertemuan 2+2 di Tiongkok Bahas Kolaborasi Industri Pertahanan

Menurut Tandyo para prajurit nantinya tidak hanya fokus pada aspek tempur, tetapi juga akan menjadi motor penggerak pembangunan di daerah. Ini merupakan implementasi dari kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto sejak menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada tahun 2022, yang mendorong pembangunan kekuatan TNI secara menyeluruh dan berbasis kerakyatan.

Sementara itu, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dalam amanatnya yang dibacakan Tandyo menyampaikan apresiasi atas semangat, kedisiplinan, dan ketekunan para prajurit selama menjalani pendidikan.

Baca Juga: Beberapa Pembahasan Saat Menhan Sjafrie Bertemu Kepala Staf Gabungan Pasukan Bela Diri Jepang

Maruli juga menekankan pentingnya profesionalisme, loyalitas, dan dedikasi dalam menghadapi dinamika tugas ke depan, termasuk tantangan global dan perkembangan teknologi militer yang kian pesat.

"Pendidikan yang telah kalian tempuh bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari pengabdian sebagai prajurit TNI AD. Tugas ke depan akan semakin kompleks, sehingga kalian harus terus mengembangkan diri, menjaga integritas, menjunjung etika prajurit, dan tetap loyal kepada bangsa dan negara,” kutip Tandyo. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.