Revolusi Seragam TNI lewat Teknologi Nano Fotokromik

Jakarta, IDM – Politeknik Angkatan Darat (Politeknik) TNI AD berhasil menciptakan sebuah inovasi seragam TNI lewat teknologi nano fotokromik.
Dilansir dari keterangan Penpoltekad, Jumat (30/1), berhasil merebut Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI) dengan konsep perlengkapan tempur masa depan.
Baca Juga: Terhempas Angin Saat Mendarat, Pesawat Bonanza TNI AL Alami Kecelakaan di Juanda
Dijelaskan bahwa inovasi ini diciptakan oleh Mayor Inf Lalu Saefullah yang memperkenalkan konsep Tekstil Adaptif berbasis Nano Fotokromik yang dirancang khusus untuk Pakaian Dinas Lapangan (PDL) TNI.
"Inovasi ini digadang-gadang akan menjadi lompatan besar dalam teknologi perlengkapan tempur perorangan," tulis keterangan Poltekad.
Baca Juga: KSAU Resmikan 10 Wing Udara untuk Perkuat Efektivitas Operasi Udara TNI AU
Nano fotokromik merujuk pada teknologi lensa pintar yang menggunakan bahan kimia sensitif terhadap sinar ultraviolet (UV) dalam skala nano untuk berubah warna, dari bening di dalam ruangan menjadi gelap di luar ruangan. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































