HANKAM

Revisi Doktrin TNI AD 2025 Siap Bertransformasi Hadapi Perang Kognitif dan Budaya Digital

Personel TNI AD
Acara Focus Group Discussion (FGD) untuk menerima masukan terkait revisi doktrin TNI AD 2025. (Foto: Dok. Penkodiklatad

Jakarta, IDM – TNI AD tengah merevisi doktrin. Terbaru Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI AD (Kodiklatad) menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk menerima masukan terkait revisi doktrin ini. Acara digelar di Mabesad, Kamis (24/10).

Kegiatan ini diikuti oleh 66 peserta yang terdiri dari perwakilan Mabes TNI, TNI AD, TNI AL, dan TNI AU.

Baca Juga: 9 Bulan Mengungsi dari Teror OPM, Warga yang Dibantu TNI Kini Kembali ke Rumah

Pada kesempatan tersebut, Komandan Kodiklatad Letjen TNI Mohamad Hasan menekankan pentingnya memahami bentuk peperangan modern yang kini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mencakup perang kognitif yaitu perang tak kasatmata yang memengaruhi pola pikir dan persepsi masyarakat melalui media, khususnya media sosial.

"Revisi doktrin TNI AD harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan sosial, budaya serta kemajuan teknologi agar relevan dengan karakter generasi muda yang merupakan digital native," kata Hasan dikutip keterangan Penkodiklatad, Jumat (24/10).

Baca Juga: Laut Indonesia Terlalu Luas, KSAL Sebut TNI AL Idealnya Punya 300 Kapal Perang

Lebih lanjut ia juga mengingatkan agar dalam mengadopsi teknologi modern, TNI AD tidak meninggalkan kemampuan analisis analog sebagai dasar pengamatan taktis di lapangan, karena keseimbangan antara keduanya akan menjadi kunci kesiapan dalam menghadapi bentuk perang masa depan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan revisi Doktrin TNI AD Kartika Eka Paksi dapat melahirkan konsep pembinaan yang lebih komprehensif, modern dan adaptif, sehingga TNI AD mampu terus menjadi kekuatan yang profesional, tangguh serta relevan menghadapi tantangan zaman. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.