Respons TNI Soal Sertifikasi HAM untuk Promosi Jabatan

Jakarta, IDM – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas memberikan respons terkait usulan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai terkait sertifikasi menjadi salah satu syarat wajib kenaikan jabatan atau promosi bagi aparatur sipil negara, serta perwira di lingkungan TNI dan Polri.
Menurut Nas, TNI akan siap menjalankan sertifikasi tersebut jika memang regulasi tersebut sudah resmi ditetapkan.
Baca Juga: TNI Fair 2026, Kostrad Pamerkan Alutsista Modern dan Jejak Sejarah Satuan
"Pada prinsipnya TNI siap mengikuti regulasi yang ada. Kalau emang seperti itu, tapi itu kan belum ada pembahasan. Kalau emang itu ditentukan, ya kami siap. Nggak ada masalah," kata Nas ditemui di sela-sela acara TNI Fair 2026 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Sabtu (19/9).
Nas menjelaskan bahwa sebenarnya sejak dahulu dalam kurikulum pendidikan TNI sudah terdapat dasar pendidikan HAM dan Humaniter.
"Dan dari dulu juga dalam setiap pendidikan kita memberikan dasar, tingkat perwira, tingkat bintara itu sudah ada, namanya pembekalan HAM itu sudah ada. Malah HAM dan humaniter kita satu paket itu semuanya," tegas Nas.
Baca Juga: KSAD Ungkap Alasan Tambah 5 Kodam Baru: Fokus Teritorial Bukan Tempur
Sebelumnya, Menteri HAM Natalius Pigai mengungkapkan saat ini pihaknya tengah menggodok kebijakan tersebut dan disiapkan sebagai langkah preventif untuk menekan potensi pelanggaran HAM yang melibatkan aparat negara.
Menurut dia, pemahaman HAM yang dibuktikan melalui sertifikasi perlu menjadi bagian dari persyaratan pengembangan karier pejabat pemerintahan dan aparat keamanan.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































