HANKAM

Respons Tantangan Keamanan Maritim, Angkatan Laut Indonesia-Jerman Sepakat Bangun Kerja Sama

Pangkoarmarda RI Laksamana Madya Denih Hendrata
Pangkoarmarda RI Laksamana Madya Denih Hendrata dan Komandan Armada 2 Angkatan Laut Jerman Laksamana Muda Axel Schulz di Jakarta, Kamis (26/9). (Foto: Dok. Koarmada RI)

Jakarta, IDM – TNI AL dan Angkatan Laut Jerman menyepakati pembangunan kerja sama untuk menjawab tantangan keamanan maritim di tingkat regional dan global.

Hal tersebut diungkapkan saat Pangkoarmada RI Laksamana Madya Denih Hendrata menerima kunjungan kehormatan Komandan Armada 2 Angkatan Laut Jerman Laksamana Muda Axel Schulz di Jakarta, Kamis (26/9).

"Kami berharap jalinan kerja sama antara angkatan laut Indonesia dan Jerman dapat membangun kerja sama yang baik," ungkap Denih, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada RI, di Jakarta, Jumat (27/9).

Baca Juga: Jalin Komunikasi Sosial, Satgas Yonif Raider 509 Bagikan Bahan Makanan untuk Warga Kampung Pesiga

Denih menyampaikan kedatangan Axel dari Armada 2 Angkatan Laut Jerman akan memberikan dampak positif untuk meningkatkan hubungan kerja sama yang baik antara kedua negara, khususnya angkatan lautm

"Kedatangan komandan armada 2 ini merupakan suatu kehormatan bagi Koarmada RI," ucapnya.

Sebelumnya, dua kapal milik Angkatan Laut Jerman, yaitu fregat FGS Baden-Wurttemberg (F222) dan kapal pengisi bahan bakar FGS Frankfurt am Main tiba di Tanjung Priok, Jakarta, Kamis pagi kemarin. Dijadwalkan, dua kapal tersebut sandar selama empat hari, yaitu 26-29.

Baca Juga: Pangdam Udayana Puji Joni Pemanjat Tiang Bendera, Sudah Patriotisme dari Kecil

Schulz mengatakan kedatangan kedua kapal tersebut merupakan bagian dari diplomasi dan dialog keamanan yang tergabung dalam misi pelayaran Indo-Pacific Deployment (IDP) 2024.

Dia menyebutkan melalui misi IDP24 tersebut, TNI AL dan Angkatan Laut Jerman dapat saling belajar dari satu sama lain sekaligus menunjukkan solidaritas persahabatan antarkedua angkatan laut.

"Bagi kami, penting untuk menjaga dan membentuk aturan tatanan ruang internasional bersama-sama dan menunjukkan di lapangan, kami bersama dengan kawan, sekutu, dan mitra kami," kata Schulz yang juga selaku Komandan FGS Baden-Wurttemberg. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.