HANKAM

Respons Dinamika Ancaman Modern, TNI AU Bentuk Satuan Antariksa Koopsudnas

Koopsdunas
Upacara “Likuidasi dan Peresmian Wing Udara serta Satuan Antariksa Koopsdunas” yang digelar di Mabesau. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) resmi membentuk Satuan Antariksa Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas) yang disahkan oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono.

Peresmian satuan tersebut dilakukan dalam upacara “Likuidasi dan Peresmian Wing Udara serta Satuan Antariksa Koopsudnas” di Mabesau, Cilangkap, Jakarta, Kamis (29/1).

Pembentukan Satuan Antariksa merupakan respons TNI AU terhadap dinamika ancaman modern yang terus berkembang hingga mencakup domain antariksa. Langkah ini sekaligus menjadi bagian strategis dari perluasan dan penguatan operasi udara TNI AU.

Baca Juga: Wakil Panglima TNI Tinjau Progres Satgas Kuala di Aceh Tamiang, Pastikan Akses Perahu Nelayan Lancar

Marsekal Tonny berharap, kehadiran satuan ini dapat memperkuat kesiapan TNI AU dalam menjaga serta memanfaatkan kepentingan nasional di domain antariksa, serta mendukung pelaksanaan operasi udara yang terintegrasi, aman, dan berkelanjutan.

“Antariksa kini menjadi domain strategis dalam mendukung keunggulan informasi, efektivitas komando dan kendali, serta pengambilan keputusan operasi,” tegas KSAU dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Jumat (30/1).

Koopsudnas
KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono memimpin upacara “Likuidasi dan Peresmian Wing Udara serta Satuan Antariksa Koopsdunas” yang digelar di Mabesau. (Foto: Dok. Dispenau)

Sebelumnya, dalam kesempatan yang berbeda, KSAU juga menyoroti perkembangan global di mana sejumlah negara maju, seperti Amerika Serikat (AS), India, dan Tiongkok, telah melakukan investasi besar di bidang teknologi antariksa yang dimanfaatkan antara lain untuk kepentingan intelijen, pengamatan, serta pengintaian.

Baca Juga: TNI AL Punya Simulator Baru, Prajurit Dilatih Hadapi Bahaya Nuklir hingga Badai

Menurut Tonny, ruang angkasa saat ini tidak lagi sekadar menjadi ranah eksplorasi ilmiah, melainkan telah bertransformasi menjadi bagian integral dari strategi pertahanan modern yang dapat menentukan posisi serta kekuatan suatu negara dalam menjaga kedaulatannya.

"TNI Angkatan Udara sangat menyadari bahwa untuk melindungi wilayah udara nasional, kita juga harus menguasai ruang angkasa yang tepat berada di atasnya," ungkap KSAU dalam acara "Space Capability Development dalam Memperkuat Pertahanan NKRI Melalui Pembentukan Satuan Ruang Angkasa", yang digelar pada 26 September 2024. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.