Respons Darurat Maritim Jadi Fokus TNI AL di Program Kursus Angkatan Laut Thailand

Jakarta, IDM – TNI AL mengirim empat perwira medis terbaiknya mengikuti Maritime and Aquatic Life Support (MALS) International Course 2025 di Sattahip, Thailand, 5–7 Agustus.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul, menuturkan kehadiran keempat perwira TNI AL bertujuan saling mengukur dan meningkatkan kemampuan penyelamatan kasus di perairan permukaan.
"Program MALS juga untuk menjaga kesiapsiagaan personel menghadapi berbagai krisis maritim dari segi kesehatan," tuturnya, dikutip dari laman TNI AL, Senin (11/8).
Baca Juga: Prajurit TNI AD Jadi Pesilat Terbaik Internasional, Singkirkan 5.000 Atlet dari 20 Negara
Adapun keempat perwakilan dari TNI AL terdiri dari Letkol Laut (K) dr. Eko Wahyudi, Letkol Laut (K) dr. Abdul Haris, Mayor Laut (K/W) Fariska Dwi Septarina, dan Lettu Laut (K) dr. Wilson Bastian.
Tunggul juga mengatakan, program Maritime and Aquatic Life Support International Course 2025 diikuti 20 peserta dari berbagai negara ASEAN, termasuk Indonesia.
"Kegiatan ini merupakan kursus pertama dari Angkatan Laut Thailand yang dibuka secara internasional," katanya.
Baca Juga: Helikopter Panther dan Bolkow TNI AL Uji Kemampuan Evakuasi dan Operasi Laut di Bintan
Selama kegiatan, para peserta mendapatkan materi teori dan praktik lapangan yang mencakup teknik keselamatan diri di air, pertolongan korban tenggelam, sea survival, penyelamatan dengan atau tanpa alat, transportasi pasien, triase, hingga pertolongan hidup dasar lanjutan sebelum evakuasi ke fasilitas kesehatan.
Sementara Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menekankan keterlibatan TNI AL di forum internasional seperti MALS International Course merupakan bagian dari strategi pertahanan negara.
"Kemampuan respons darurat maritim adalah elemen penting dalam menjaga keamanan laut dan keselamatan jiwa, sekaligus membangun kepercayaan serta kerja sama antarnegara di kawasan," tegasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































