Respons Ancaman Siber yang Kian Kompleks, Pemerintah Bentuk 43 Tim Tanggap Insiden Siber

Jakarta, IDM – Pemerintah membentuk 43 Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) baru guna merespons ancaman siber yang kian kompleks. Sebanyak 43 TTIS itu dikukuhkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) di Auditorium BSSN, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Selasa (22/7).
Tim dibentuk menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia dalam buku “130 Hari Kabinet Merah Putih 2025” serta implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2023 tentang Strategi Keamanan Siber Nasional.
Baca Juga: TNI Bentuk Gugus Tugas Kedaulatan Pangan, Ini Tugasnya
Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kementerian Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) Marsda TNI Eko Dono Indarto menyatakan bahwa pengukuhan ini mencerminkan peningkatan koordinasi lintas instansi dalam pengelolaan keamanan ruang digital nasional.
“Kemenko Polkam berkomitmen memperkuat peran koordinatif dalam pembinaan TTIS, serta mendorong pelaporan insiden siber melalui mekanisme yang terintegrasi dan strategis,” kata Eko Dono dalam siaran pers Kemenko Polkam, dikutip Kamis (24/7).
TTIS yang dilantik berasal dari berbagai sektor, mulai dari organisasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga sektor pembangunan manusia. Kini, jumlah TTIS nasional kini mencapai 396 tim.
“Pengukuhan ini dinilai sebagai langkah konkret dalam memperkuat kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap ancaman siber yang kian kompleks,” ujar Eko Dono.
Sebagai tindak lanjut, Kemenko Polkam juga akan menyusun rencana kerja TTIS internal yang selaras dengan peta jalan keamanan siber nasional, serta menjadwalkan koordinasi rutin dengan BSSN guna uji coba sistem dan peningkatan kematangan tim TTIS.
Program ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2022 tentang Pelindungan Infrastruktur Informasi Vital (IIV), yang menekankan pentingnya kesinambungan program peningkatan kapasitas nasional dalam menghadapi eskalasi ancaman siber di berbagai sektor. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































