Respon Surpres, Puan Bakal Umumkan Calon Panglima TNI di DPR

Jakarta, IDM - Beberapa waktu lalu, media massa sempat dihebohkan kabar, Istana telah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) ke Ketua DPR Puan Maharani terkait pergantian Panglima TNI. Menanggapi hal itu, ia mengatakan bakal menyampaikan nama calon pengganti Jenderal TNI Andika Perkasa di DPR.
"Apa yang ada di dalam suratnya, saya selaku Ketua DPR akan menyampaikan kepada media dan masyarakat secara resmi di kantor DPR," katanya usai menerima brevet dan gelar kehormatan Korps Hiu Kencana di Dermaga 100 Tanjung Priok, Jakarta, Senin (28/11).
Puan mengaku belum menerima surat yang berisikan nama tunggal untuk menduduki jabatan nomor satu di tubuh TNI. "Ya, calon-calonnya ada semua di sini. Surpres belum saya terima karena Ketua DPR-nya masih di sini," ungkap Puan.
Sebelumnya, pada Desember 2022, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa bakal memasuki masa pensiun. Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus mempersiapkan calon pengganti untuk menghindari kekosongan jabatan orang nomor satu di tubuh TNI tersebut. Tiga kepala staf angkatan memiliki peluang menjabat sebagai Panglima TNI.
Baca: Jelang Ganti Panglima TNI, Yudo Beri Puan Brevet Hiu Kencana
Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, Komisi I DPR yang mengurus bidang pertahanan, memiliki waktu 20 hari untuk menjalankan mekanisme uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Panglima TNI. Artinya, DPR mesti segera melakukan proses tersebut sebelum memasuki masa reses pada Jumat (16/12) mendatang. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































