Resmikan Mako Lanal Kendari, Wakil KSAL: Fungsi Pangkalan Sangat Strategis

Jakarta, IDM - Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakil KSAL) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono, menuturkan fungsi pangkalan sangat strategis untuk bekal ulang satuan-satuan operasi yang melaksanakan kegiatan operasi di wilayahnya.
"Di samping itu, TNI AL mempunyai tugas melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan," tuturnya dikutip dari laman TNI AL, Rabu (14/12).
Oleh karena itu, Heri pun meresmikan Markas Komando (Mako) Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Kendari, Selasa (13/12) kemarin. Mako Lanal Kendari yang baru ini bertujuan mendukung kinerja TNI AL yang bertugas di wilayah Sulawesi Tenggara.

"Saya mewakili KSAL, meresmikan gedung Markas Komando Lanal Kendari Oputa Yi Koo. Ini merupakan sinergi antara TNI AL dengan pemerintah daerah," kata Heri.
Baca: Prajurit TNI AL dan US Navy Dalami Ilmu Pesawat Nirawak
Mako Lanal Kendari memiliki luas bangunan 1.288 meter persegi dan dilengkapi fasilitas pangkalan dermaga Lanal Kendari dengan panjang 150 meter persegi. Selain itu, juga dilaksnakan peresmian Posal Konawe Utara, Posal Torobulu, Posal Kolaka dan Posal Wangi-wangi. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































