KSAD Resmikan Brigade Kavaleri 1/ Limpung Alugoro, Brigkav Pertama di Indonesia

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa meresmikan Brigade Kavaleri 1/ Limpung Alugoro bertempat di Lantai Dasar Gedung E Mabesad, Jakarta Pusat, Kamis (14/10/21).
Peresmian satuan diawali dengan penyerahan Dhuaja Brigade Kavaleri I/ Limpung Alugoro dari KSAD kepada Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji dilanjutkan pernyataan peresmian oleh KSAD dan penandatanganan berita acara.
Brigade Kavaleri (Brigkav) I/Limpung Alugoro merupakan Brigade Kavaleri pertama di Indonesia yang dipimpin oleh Danbrig Kolonel Kav Agus Waluyo (Abituren Akmil 1997) dan berada di bawah komando dan pengendalian (Kodal) Kodam Jaya/Jayakarta. Brigade ini dibangun mulai dari tahun 2018 sampai dengan sekarang di atas tanah seluas 8,2 Hektar di daerah Serpong, Tangerang.
Dengan adanya Brigade ini diharapkan dapat menjadi kekuatan tambahan bagi Kodam Jaya dalam menjaga keamanan di wilayah ibu kota Negara.
Acara peresmian dihadiri oleh Para Asisten KSAD, Danpussenkav dan tamu undangan lainnya. (NHN)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































