HANKAM

Resmikan 3.008 Jembatan, KSAD Ungkap Pembangunan Tersulit di Wilayah Ini

KSAD Maruli Simanjuntak
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. (IDM/Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengungkapkan bahwa diantara ribuan jembatan yang dibangun TNI AD, pembangunan di Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan, menjadi yang paling sulit.

Hal itu ia ungkapkan saat peresmian 3.008 jembatan di berbagai wilayah, yang dilakukan secara simbolik dengan pemotongan tali di Jembatan Perintis Garuda Kali Colodong, Desa Ridomanah, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8).

Baca Juga: Alutsista Baru TNI AU, Rafale dan A400M Bakal Tampil Perdana di Peringatan HUT ke-81 RI

Dalam peresmian yang juga diikuti oleh Presiden RI Prabowo Subianto secara daring tersebut, Maruli menjelaskan kesulitan yang dimaksud karena kondisi wilayahnya rawa. Mereka perlu membuat pasak terlebih dahulu agar mengokohkan tanahnya yang lembek. Kondisi itu pun menyulitkan pengiriman bahan material.

"Daerah yang paling sulit yang kami kerjakan itu Ogan Komering Hilir, Sumatra Selatan. Panjangnya 100 meter, kita mengerjakannya selesai enam bulan karena pengiriman pasir, semen, dan juga seluruh perlengkapan-perlengkapan harus melalui tongkang," ujarnya.

Jembatan Garuda Merah Putih
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak meresmikan Jembatan Garuda Merah Putih di Cibarusah. (IDM/Faisal Ramadhan)

Maruli turut mengungkapkan adanya pembangunan jembatan terpanjang, sekitar 240 meter di Aceh Tamiang. Kondisi sungai yang melebar seperti di Aceh juga terdapat di beberapa titik lainnya di Sumatra. Sehingga, jembatan yang dibangun di daerah-daerah ini memiliki panjang di atas 100 meter.

Baca Juga: Pesawat Tempur TNI AU Bakal Tampil dengan Jejak Asap Merah Putih di HUT ke-81 RI

Sementara, pembangunan Jembatan Termanu di Nusa Tenggara Timur, yang telah terputus selama bertahun-tahun, dijadwalkan rampung pada Desember tahun ini, yang ia harapkan dapat menjadi 'hadiah Natal' untuk masyarakat.

"Ini akan terus kita lanjutkan, mudah-mudahan target kami untuk jembatan ini di akhir tahun bisa minimal 5.000 selesai. Saya lebih optimis sekarang karena sudah tahu bagaimana kendala-kendalanya dalam perencanaan," pungkasnya.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.