HANKAM

Resmi Sandang Status Prajurit, 928 Tamtama TNI AL Dilantik di Sidoarjo

Komandan Kodiklatal Letjen TNI (Mar) Nur Alamsyah
Komandan Kodiklatal Letjen TNI (Mar) Nur Alamsyah menyematkan tanda pangkat kepada perwakilan prajurit saat upacara pelantikan dan penyumpahan 928 tamtama TNI AL angkatan XLVI/2 di Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (31/8). (Foto: Dok. Kodiklatal)

Jakarta, IDM – Sebanyak 928 siswa pendidikan pertama tamtama TNI AL angkatan XLVI/2 tahun anggaran 2026 resmi menyandang status sebagai prajurit. Pelantikan dan pengucapan sumpah ini dipimpin oleh Komandan Kodiklatal Letjen TNI (Mar) Nur Alamsyah, di Sidoarjo, Jawa Timur.

Pelantikan tersebut menandai tuntasnya masa gemblengan pendidikan dasar keprajuritan dan pendidikan dasar golongan. Alamsyah mengapresiasi keberhasilan para prajurit muda yang mampu melewati masa gemblengan awal tersebut.

Ia menegaskan para prajurit wajib memegang teguh nilai dasar militer dalam melakoni tugas penjagaan laut Indonesia.

Baca Juga: TNI AU Tingkatkan Kemampuan Mobilisasi Udara Taktis Penerbang dan Awak C-130J Super Hercules

"Para prajurit dituntut menjadikan Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Trisila TNI AL sebagai landasan dalam setiap pola pikir, sikap, dan tindakan," ujar Alamsyah, dikutip dari keterangan Pen Kodiklatal.

prajurit
Sebanyak 928 prajurit muda tamtama TNI AL angkatan XLVI/2 mengikuti upacara pelantikan di Puslatdiksarmil, Juanda, Sidoarjo. (Foto: Dok. Kodiklatal)

Melihat dinamika ancaman maritim yang makin kompleks, TNI AL membutuhkan SDM yang profesional, berdisiplin tinggi, dan berkarakter kuat. Keahlian para prajurit muda ini bakal memperkuat Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) yakni konsep penggabungan kekuatan kapal perang, pesawat udara, marinir, dan pangkalan militer.

Namun, perjuangan para personel anyar ini belum usai. Mereka masih harus menjalani pendidikan kejuruan lanjutan selama lima hingga tujuh bulan mendatang.

Baca Juga: Super Garuda Shield 2026 Dibuka, akan Diwarnai Latihan Maritim Terkoordinasi Penjaga Pantai AS dan TNI AL

Penggemblengan lanjutan ini terbagi di tiga tempat, yakni Kodikopsla (Komando Pendidikan Operasi Laut), Kodikmar (Komando Pendidikan Marinir), dan Kodikdukum (Komando Pendidikan Dukungan Umum).

Masa pendidikan 5–7 bulan ini berfokus mematangkan keahlian teknis, kedisiplinan, serta mental prajurit sebelum disebar ke berbagai satuan tempur di seluruh penjuru Indonesia.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.