Resmi Sandang Pangkat Serda, 883 Prajurit Siap Mengabdi sebagai Bintara TNI AU

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) menambah kekuatan sumber daya manusia (SDM) usai 883 prajurit bintara remaja dilantik oleh Komandan Kodiklatau Marsdya TNI T.B.H. Age Wiraksono melalui upacara militer yang digelar di Lapangan Dirgantara, Lanud Adi Soemarmo, Selasa (27/10).
Usai pelantikan, para lulusan kini resmi menyandang pangkat Sersan Dua (Serda). Di sisi lain, pelantikan tersebut menjadi awal pengabdian para bintara baru TNI AU usai mereka merampungkan pendidikan Sekolah Pertama Bintara Prajurit Karier (Semaba PK) TNI Angkatan Udara Angkatan ke-58.
Baca Juga: Ini Peran “Fighter Controller” dalam Pertempuran Udara, Penghubung Informasi ke Jet Tempur
Setelah menyelesaikan pendidikan, para bintara remaja dihadapkan pada tuntutan untuk terus mengembangkan kemampuan seiring dengan kemajuan teknologi pertahanan. Hal ini menjadi semakin penting di tengah modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI Angkatan Udara yang perlu diimbangi dengan SDM berkualitas.

Dalam amanatnya, Komandan Kodiklatau Marsdya TNI T.B.H. Age Wiraksono menekankan pentingnya disiplin dan kemampuan beradaptasi agar para lulusan dapat mengikuti perkembangan teknologi serta menjalankan tugas secara profesional.
Baca Juga: Berkunjung ke Markas PMPP TNI, Diplomat Delapan Negara Dipameri Kapasitas “Peacekeeping” TNI
“Pegang disiplin yang teguh dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi demi mewujudkan TNI Angkatan Udara yang berjiwa AMPUH (adaptif, modern, profesional, unggul, dan humanis),” tutur Marsdya Age, dikutip dari Penerangan Lanud Adi Soemarmo, Selasa (27/10).
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































