HANKAM

Resmi jadi Perwira TNI AU, Sembilan Penerbang Jalani Pendidikan Standarisasi

Danpusdik Kodiklatau Marsma TNI Sapuan
Danpusdik Kodiklatau Marsma TNI Sapuan membuka pendidikan standarisasi di Wingdik 100/Terbang, Lanud Adisutjipto, Yogyakarta. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Sebanyak sembilan Perwira Prajurit Karier (Pa PK) Penerbang TNI Angkatan Udara (TNI AU) melanjutkan fase pendidikan standarisasi di Wing Pendidikan (Wingdik) 100/Terbang, Lanud Adisutjipto, Yogyakarta. Mereka akan menempuh pendidikan selama tiga bulan yang terbagi ke dalam dua tahap, yakni tahap bina kelas dan bina terbang.

Kesembilan perwira itu merupakan lulusan Politeknik Penerbang Indonesia (PPI) Curug yang sebelumnya telah dilantik oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kamis (29/1), dalam upacara Prasetya Perwira (Praspa) Prajurit Karier (PK).

Baca Juga: Begini Cara Koarmada II Uji Rencana Operasi Gabungan Amfibi

Pendidikan standarisasi ini ditandai dengan acara pembukaan yang dipimpin oleh Komandan Pusat Pendidikan (Danpusdik) Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Udara (Kodiklatau) Marsma TNI Sapuan di Wingdik 100/Terbang, Jumat (6/2).

Sembilan perwira penerbang TNI Angkatan Udara
Sembilan perwira penerbang TNI Angkatan Udara yang melanjutkan tahap pendidikan standarisasi di Wingdik 100/Terbang, Lanud Adisutjipto, Yogyakarta. (Foto: Dok. Dispenau)

“Pendidikan standarisasi Perwira Karier Penerbang merupakan langkah strategis dalam pembangunan sumber daya manusia TNI Angkatan Udara,” ungkap Marsma TNI Sapuan dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Sabtu (7/2).

Melalui pendidikan ini, Danpusdik berharap para perwira dapat meningkatkan karakter dan kompetensi, serta meneguhkan jati diri sebagai penerbang TNI Angkatan Udara yang profesional, bertanggung jawab, dan senantiasa mengedepankan keberhasilan misi serta keselamatan terbang.

Baca Juga: 8 Atlet TNI AL Resmi jadi Perwira, 2 dari Marinir

“Upaya ini dilakukan untuk menghasilkan perwira penerbang yang profesional unggul, adaptif, serta memiliki daya saing global. Kualitas tersebut menjadi hal penting mengingat dinamika lingkungan strategis dan karakter operasi udara modern yang semakin kompleks,” pungkas Danpusdik Kodiklatau.

Masuknya para penerbang lulusan sekolah penerbangan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto agar potensi pilot berlisensi Commercial Pilot License (CPL) dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pertahanan negara.(yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.