Resmi Diserahterimakan, Letkol Inf Fajar Akhirudin Jabat Danbrigif 6 Kostrad

Jakarta, IDM – Tampuk kepemimpinan Brigade Infanteri 6 Kostrad resmi berganti. Penyerahan tersebut dipimpin Pangdivif 2 Kostrad, Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun di Malang, Jawa Timur pada Jumat (23/1).
Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 6 yang semula dijabat Kolonel Inf Fardin Wardhana kini resmi berganti kepada Letkol Inf Fajar Akhirudin.
Baca Juga: Gerak Cepat Personel Lanud Husein Sastranegara Bantu Penanganan Longsor Cisarua
Pangdivif 2 berpesan agar Danbrigif 6 yang baru semakin profesional dan siap mendukung tugas pokok Divisi Infanteri 2 Kostrad dengan maksimal.
“Saya berharap Komandan Brigif 6 beserta istri dapat segera beradaptasi, melanjutkan program-program positif yang telah berjalan serta terus mengembangkan satuan sesuai ide dan gagasan komandan,” ujar Pangdivif 2 dalam siaran resmi Kostrad yang diterima, Senin (26/1).
Pangdivif 2 menambahkan, agar selalu meningkatkan kekompakan, militansi prajurit, serta bina keluarga prajurit agar tetap harmonis dan sejahtera.
Selain itu, kepada Kolonel Inf Fardin Wardhana yang tidak bisa hadir karena sedang bertugas sebagai Komandan Satgas BGC Konga XXXIX-G Monusco, Pangdivif 2 memberikan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdiannya selama memimpin Brigif 6 Kostrad.
“Penugasan dalam misi perdamaian dunia merupakan bentuk kepercayaan dan kebanggan bagi TNI AD, khususnya Kostrad,” tegas Pangdivif 2. (nhn)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































