HANKAM

Rencana Pembangunan Scorpene, KSAL: Unit Pertama di Prancis, Kedua di Indonesia

KSAL Laksamana Muhammad Ali
KSAL Laksamana Muhammad Ali usai olahraga bersama di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta, Selasa (12/11). (IDM/Aini Tartinia)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengungkapkan, rencana pembangunan dua unit kapal selam Scorpene Evolved untuk TNI AL, masing-masing akan dibuat di Prancis dan Indonesia.

"Kemungkinan bisa jadi produk (Scorpene) dari mulai awal di dalam negeri atau bisa jadi kapal pertama dibuat di Prancis, sisanya dibuat di Indonesia, tapi bisa berlaksana secara paralel," ungkap Ali di Jakarta, Selasa (12/11).

Ali juga melanjutkan, pembangunan dua unit Scorpene Evolved untuk menambah postur kekuatan TNI AL masih menunggu kontrak efektif. Adapun Kementerian Pertahanan (Kemhan) dengan Naval Group dan PT PAL menandatangani kontrak pengadaan dua unit Scorpene, pada Kamis (28/3) lalu.

Baca Juga: KSAL: 2 PPA Italia Diberi Nama KRI Brawijaya dan Siliwangi

"Pengadaan kapal selam Scorpene tetap berjalan kontrak, sudah dilaksanakan," lanjutnya.

Sebelumnya, CEO PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod memastikan pembangunan dua unit kapal selam Scorpene Evolved akan dilakukan di dalam negeri dan melibatkan tenaga kerja (SDM) lokal.

"Sepenuhnya dibangun secara lokal di PT PAL dengan menyerap SDM lokal, dan meningkatkan penguasaan teknologi rancang bangun kapal selam nasional," kata Djenod di Bandung, Jumat (4/10).

Baca Juga: Unit Pertama Kapal PPA Italia Datang ke Indonesia Awal 2025

Djenod mengungkapkan pembuatan kapal selam scorpene saat ini sedang proses desain. Proses pengerjaan kapal selam canggih tersebut bekerja sama dengan perusahaan asal Prancis.

"Secara fisik belum, karena untuk desain saja butuh waktu cukup lama. Mudah-mudahan tahun depan, pemotongan plat pertama sudah bisa dilakukan," ucapnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.