Refleksi Perjalanan Satuan Lewat Tradisi Destamar Prajurit Arhanud 16

Jakarta, IDM – Dalam rangka memperingati HUT ke-10, Batalyon Arhanud 16/SBC/3 Kostrad menghidupkan kembali tradisi Destamar, yang merupakan salah satu kebanggaan satuan dengan ikon Burung Maleo.
Komandan Batalyon, Letkol Arh Edwin Hermawan yang memimpin langsung pelaksanaan tradisi ini, Kamis (10/10) mengatakan tradisi Destamar, atau Long March menuju Desa Sapta Marga, menempuh jarak 13 km dari homebase Yon Arhanud 16/SBC/3 Kostrad.
Baca Juga: Perkuat Kerja Sama, Kapuskersin TNI Terima Kunjungan Atase Filipina dan Australia
"Kegiatan ini bukan sekadar jalan kaki biasa, melainkan untuk mengenang sejarah awal terbentuknya satuan Arhanud yang dulunya berada di bawah Kodam Wirabuana, kini menjadi bagian dari Divisi Infanteri 3 Kostrad," kata Edwin dikutip keterangan Penkostrad, Jumat, (11/10)

Ia mengatakan telah memodifikasi beberapa aspek tradisi ini untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman, tanpa mengubah esensi semangat juang prajurit Maleo.
Baca Juga: Dapat Penghargaan dari KSAD, Babinsa Serka Adi Ciptakan Pupuk Organik Berbasis Limbah
"Refleksi perjalanan satuan serta pencapaian prestasi juga menjadi bagian dari kegiatan ini, diharapkan dapat menumbuhkan kebanggaan dan kecintaan prajurit baru terhadap satuan yang mereka bela. Tradisi Destamar merupakan warisan yang akan terus diteruskan kepada generasi berikutnya," pungkasnya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































