Refleksi Kemerdekaan RI, Ini Pesan Mantan Panglima TNI

Jakarta, IDM – Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo memandang terdapat tiga langkah strategis yang perlu dilakukan oleh pemerintah, sebagai upaya mempertahankan ketahanan nasional dalam beberapa dekade mendatang.
Dalam refleksi kemerdekaan, Panglima TNI tahun 2015-2017 itu mengajak untuk merawat dan terus memperjuangkan kedaulatan. Di era modern, pecahnya suatu negara bukan lagi disebabkan perang militer. Melainkan melibatkan peperangan siber dan informasi. Tekanan ekonomi juga dapat menyebabkan kemunduran suatu negara.
Baca Juga: Mengenal Unit Defense Industry GMF yang Mengerjakan Modernisasi Pesawat Hercules C-130H TNI AU
Dengan demikian, kata dia, bukan hanya kekuatan militer yang perlu ditingkatkan tetapi tiga hal berikut. Pertama, penguatan pertahanan nirmiliter yang dimulai dari kemandirian pada kebutuhan dasar, yaitu menjamin ketahanan pangan, energi hingga air. Menurutnya, menggantungkan kebutuhan pokok pada impor di tengah situasi konflik global adalah kerentanan yang sangat berbahaya.
Kedua, modernisasi pertahanan dan penguatan industri pertahanan dalam negeri. Sebab, Indonesia harus mampu memproduksi dan memelihara sistem pertahanan secara mandiri.
"Dan juga yang tidak kalah penting adalah tegaknya meritokrasi secara sungguh-sungguh di seluruh organisasi TNI," imbuhnya saat webinar Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS), Rabu (19/8).
Baca Juga: Tidak Hanya Pesawat, TNI AU Kirim Nakes ke NTT Bantu Penanganan Korban Gempa
Ketiga, pemerintah perlu terus mendorong strategi ekonomi yang terfokus pada sektor-sektor padat karya dan ekonomi hijau. Penting bagi pemerintah membuka ruang sekaligus menyerap inovasi dan kemampuan generasi muda. Jangan sampai bonus demografis justru berubah menjadi jebakan.
"Akhirnya, refleksi 81 tahun kemerdekaan mengingatkan kita bahwa kedaulatan tidak pernah diberikan cuma-cuma. Ia harus terus diperjuangkan, dijaga, dan dipertahankan berapa pun harganya harus kita bayar," tegasnya.
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































