Razia TNI-Polri di Puncak Jaya Berhasil Sita Ratusan Parang, Panah dan Katapel

Jakarta, IDM - Razia senjata tajam (sajam) gabungan dari Satgas Pamtas Kewilayahan Yonif 753/AVT dan Polres Puncak Jaya di wilayah Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, Jumat (1/3/2024) kemarin berhasil menyita ratusan Parang, panah dan ketapel.
Baca Juga: Anggota Paspampres Dapat Penghargaan dari Pemkab Bekasi Karena Gagalkan Curanmor
"Satgas Yonif 753/AVT bersama Polri dan Kodim melaksanakan razia gabungan bagi masyarakat yang membawa sajam berupa parang, panah dan katapel yang berada di pusat kota Kabupaten Puncak Jaya," kata Dansatgas Pamtas Kewilayahan Yonif 753/AVT Mayor Inf Noval Darmawan dalam keterangan resminya.
Ia mengatakan bahwa kegiatan gabungan TNI/Polri dilakukan guna bersinergi serta menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat dengan menggelar razia gabungan sajam.
Baca Juga: HUT Ke- 63 Kostrad, Pangkostrad Pimpin Ziarah Ke TMPN Kalibata
"Kegiatan ini dilaksanakan agar mendapatkan hasil yang maksimal sehingga keamanan dan kenyamanan masyarakat Kab. Puncak Jaya terjaga," harapnya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































