HANKAM

Ratusan Taruna AAU Tuntaskan Misi Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang lewat Latsitardanus 2026

Taruna AAU
Upacara penutupan Latsitardanus XLVI Tahun 2026 yang digelar di Markas Komando Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta. (Foto: Dok. Instagram @aauacid)

Jakarta, IDM – Sebanyak 154 Taruna Akademi Angkatan Udara (AAU) merampungkan Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) XLVI Tahun 2026 yang berlangsung sejak 17 Januari 2026 di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Latsitardanus merupakan program latihan terpadu bagi para taruna dan kadet yang berasal dari lintas lembaga pendidikan pertahanan serta keamanan dengan tujuan untuk membentuk karakter kepemimpinan, kebersamaan dan pengabdian mereka kepada masyarakat.

Baca Juga: Persiapan TNI AD Jelang Keberangkatan ke Gaza

Dalam pelaksanaan tahun ini, Latsitardanus berfokus pada pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Aceh Tamiang pada akhir 2025. Selama penugasan, ratusan Taruna AAU terlibat secara langsung dalam berbagai aksi sosial meliputi pelayanan kesehatan, penyaluran bantuan kemanusiaan, serta pemenuhan kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana.

“Keterlibatan Taruna AAU menjadi wujud nyata komitmen TNI Angkatan Udara dalam menyiapkan perwira masa depan yang tidak hanya unggul, tetapi juga memiliki kepekaan sosial serta semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ungkap Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, dikutip dari siaran pers Dispenau, Selasa (17/2).

Taruna AAU
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin upacara penutupan Latsitardanus XLVI Tahun 2026 yang digelar di Markas Komando Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta. (Foto: Dok. Dispenau)

Selain Taruna AAU, Satuan Tugas (Satgas) Latsitardanus XLVI Tahun 2026 terdiri dari Taruna Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Laut (AAL), Akademi Kepolisian (Akpol), Praja IPDN, Unhan dan PSSN, dengan total personel mencapai 1.240 orang.

Rangkaian kegiatan Latsitardanus XLVI Tahun 2026 diakhiri melalui upacara penutupan yang dipimpin oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto di Markas Komando Kolinlamil, Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (13/2).

Baca Juga: TNI AL Ubah Babel jadi Benteng Laut, Doktrin Antiakses Tutup Pintu bagi Kekuatan Lawan

Dalam sambutannya, Panglima TNI berharap pengalaman yang diperoleh para taruna dan kadet selama mengikuti kegiatan ini dapat menjadi landasan bagi mereka untuk terus memelihara sinergi serta integrasi setelah kembali ke satuan masing-masing.

“Tetaplah menjaga disiplin, loyalitas, dan profesionalisme untuk menjadi pemimpin yang tangguh, humanis, serta bermoral, demi kepentingan bangsa dan negara,” pungkas Agus. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.