HANKAM

Ratusan Siswa Susparadas A-211 Tempa Kesiapan Fisik dan Mental lewat Praktik Terjun

Siswa Suparadas
Siswa Suparadas Angkatan ke-211 menjalani praktik terjun dari pesawat TNI Angkatan Udara. (Foto: Dok. Instagram @pusdik_kodiklatau)

Jakarta, IDM – Sebanyak 250 siswa Kursus Para Dasar (Susparadas) Angkatan ke-211 mengikuti praktik terjun yang digelar selama beberapa hari di Shelter Para Runway Lanud Sulaiman, Bandung.

Praktik tersebut merupakan lanjutan dari rangkaian pembekalan teori, latihan darat, dan simulasi yang sebelumnya telah dijalani oleh para siswa secara intensif. Pada fase ini, para siswa menguji kesiapan fisik, mental, dan keterampilan melalui penerjunan dari pesawat militer, salah satunya C-130J Super Hercules.

Baca Juga: HSI Ungkap Perang Informasi Berpotensi Mengganggu Kepentingan Nasional

Penerangan Pusdik Kodiklatau melalui unggahan Instagram @pusdik_kodiklatau, yang dikutip Senin (13/7), menjelaskan bahwa para siswa sebelumnya telah melaksanakan praktik terjun perdana pada Rabu (8/7). Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi terjun lanjutan, yang mencakup terjun siang cepat pintu kanan, terjun siang menggunakan perlengkapan dan senjata, serta terjun malam. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian latihan, para siswa selanjutnya dijadwalkan mengikuti Wingday pada Jumat (17/7).

Siswa Suparadas
Praktik penerjunan yang dilakukan oleh siswa Susparadas Angkatan ke-211 dari pesawat TNI Angkatan Udara. (Foto: Dok. Instagram @pusdik_kodiklatau)

Praktik terjun ini tidak hanya menjadi bagian dari kurikulum pendidikan, tetapi juga menjadi momentum bagi para siswa untuk membuktikan keberanian, ketangguhan mental, dan kesiapan mereka sebelum memasuki dunia prajurit tempur yang sesungguhnya.

Baca Juga: Menhan Kumpulkan Pimpinan Satgas PKH di Kemhan Usai Febrie Adriansyah Berkasus, Tekankan Hal Ini

Selain menguasai teknik penerjunan, para siswa juga dilatih agar mampu mengambil keputusan secara cepat, bekerja dalam tim, serta menjaga disiplin di setiap pelaksanaan tugas. Bekal tersebut menjadi modal penting mengingat para siswa dipersiapkan untuk menjadi prajurit Pasgat, pasukan elite TNI Angkatan Udara.

Sebagai pasukan lintas udara, prajurit Pasgat tidak hanya dituntut memiliki kemampuan fisik dan keterampilan tempur yang mumpuni, tetapi juga karakter yang tangguh, disiplin, adaptif, serta dedikasi tinggi dalam setiap pelaksanaan tugas demi kepentingan bangsa dan negara.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.