Ratusan Siswa Lulusan Pendidikan Pertama Tamtama Dilantik

Jakarta, IDM – Komandan Kodiklatal Letjen (Mar) Nur Alamsyah melantik 899 siswa usai lulus pendidikan pertama tamtama (dikmata) angkatan ke-44 tahun 2004, di Sidoarjo, Selasa (25/3).
Pascamenempuh pendidikan di Pusat Latihan Pendidikan Dasar Militer (Puslatdiksarmil) ratusan siswa tersebut saat ini resmi menyandang pangkat Kelasi Dua (Kld) dan Prajurit Dua (Prada) untuk Marinir.
Baca Juga: Ketua DPR Minta Penolak UU TNI Tahan Diri: Hindari Provokasi
"Selanjutnya, para siswa akan melaksanakan pendidikan dasar golongan lanjutan di Kodikopsla, Kodikmar, dan Kodikdukum selama 4,5 sampai 6 bulan sesuai kejuruan masing-masing," ungkap Nur Alamsyah, dikutip dari keterangan Dispen Kodiklatal, Rabu (26/3).
Dalam amanatnya, Nur Alamsyah menyampaikan dalam menjaga kedaulatan dan keamanan maritim Indonesia, TNI AL membutuhkan personel yang memiliki kompetisi tinggi dan berkarakter kuat dalam mengawasi Sistem Senjata Armada Terpatu (SSAT), yang terdiri dari kapal perang, pesawat, Marinir, dan pangkalan.
Baca Juga: TNI di Papua Sajikan Makanan untuk Anak-anak: Pertama Kali Mereka Makan Bakso
"Oleh karena itu, Dikmata TNI AL di Kodiklatal disiapkan untuk menghasilkan lulusan yang professional, siap menghadapi tantangan tugas dengan integritas, kreativitas, loyalitas dan berdedikasi tinggi," tegasnya.
Ia juga mengingatkan para siswa, untuk tidak larut dalam kebanggaan dan berpuas diri setelah dilantik.
"Mereka harus lebih bersemangat mempersiapkan diri dengan menanamkan disiplin, dan tekad yang kuat untuk mengikuti pendidikan tahap dasar golongan lanjutan yang tidak kalah pentingnya dengan pendidikan yang telah mereka selesaikan di Puslatdiksarmil," kata Nur Alamsyah. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































