Ratusan Prajurit Kopassus Angkatan 65 Berkumpul di Makopassus, Ada Apa?

Jakarta, IDM – Sebanyak 133 alumni prajurit Komando angkatan 65 pada awal tahun 1994 berkumpul di Makopassus Cijantung Jakarta Timur, Sabtu (13/7/2024). Mereka terdiri dari prajurit Tamtama, Bintara dan Perwira.
Dilansir dari keterangan Pendam Kodam Jaya, Senin, (15/7) salah satu prajurit angkatan tersebut adalah Pangdam Jaya Mayjen TNI Mohamad Hasan yang mengatakan kegiatan ini adalah reuni mengenang masa-masa menempuh pendidikan Komando 65.
Baca Juga: Pengamat Militer: Pemerintah ke depan Sadari Urgensi Tingkatkan Kapabilitas Pertahanan Siber
Ia juga mengatakan kegiatan ini merupakan wujud kebersamaan persaudaraan dan media untuk menjalin silaturahmi serta merupakan sarana untuk memperkokoh solidaritas dan jiwa korsa seluruh personel yang telah menempuh pendidikan Komando angkatan 65.
"Acara reuni ini selain dapat mempererat silaturahmi antara sesama alumni juga dapat menjadi sarana yang efektif untuk saling berkomunikasi, bertukar informasi dan pengalaman, sehingga dapat meningkatkan nilai-nilai pengabdian kita kepada negara dan bangsa," kata Pangdam.
Baca Juga: Pengamat: Tak Perlu Benturkan Pernyataan Prabowo Soal Keamanan Negara dengan Program Jokowi
Kegiatan reuni 30 Tahun Komando 65 tahun 2024 di Makopassus Cijantung diawali dengan foto bersama, joyride, in memorial (doa bersama), pemberian santunan serta tali asih kepada warakawuri, anak yatim dan anak berprestasi dari anggota Komando 65. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































