Ratusan Perwira Militer dari 85 Negara Ikuti Workshop SWIRMO di Bali

Jakarta, IDM - Sebanyak 130 perwira militer dari 85 negara mengikuti Senior Workshop on International Rules Governing Military Operations (SWIRMO) edisi ke-15 pada tanggal 21 - 26 November 2022, bertempat di Hotel Grand Hyatt, Bali, Senin (21/11).
Dalam keterangan resmi Puspen TNI, Senin, (21/11) disebutkan workshop ini diselenggarakan bersama TNI dengan Komite Palang Merah Internasional (ICRC), dan dibuka oleh Panglima TNI yang diwakili Panglima Kodam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Sonny Aprianto, dan Wakil Presiden ICRC DR. Gilles Carbonnier.

Dalam sambutannya Panglima Kodam IX/Udayana menyampaikan dengan mengikuti lokakarya SWIRMO ini diharapkan partisipan akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang hukum humaniter Internasional dan juga mampu untuk menerapkannya dalam berbagai bentuk perencanaan operasi militer dengan memperhatikan prinsip-prinsip utama dari hukum humaniter internasional.
Baca: Aksi Pasukan Kostrad Gelorakan Perdamaian di Kei Besar
Dalam kesempatan yang sama, DR. Gilles Carbonnier menyampaikan bahwa perwira militer senior dari berbagai negara berkesempatan untuk bertukar pengalaman dan pandangan tentang penerapan hukum konflik bersenjata dan hukum hak asasi manusia dalam konteks operasional, serta kerangka hukum internasional yang berlaku pada operasi militer modern. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































