Ratusan Personel Perempuan Dilantik Jadi Komcad Matra TNI AD

Jakarta, IDM – Sebanyak 486 personel perempuan dilantik menjadi prajurit Komponen Cadangan (Komcad) Matra TNI AD. Total secara keseluruhan ada 1.145 personel Komcad Matra Darat Unhan RI yang terdiri dari 307 personel putra, 486 personel perempuan dan 352 Kadet Cohort-5.
Baca Juga: Dukung Pelaksanaan BIAS 2024, TNI AU Hadirkan Jupiter Aerobatic Team hingga Beragam Alutsista
"Para peserta telah menjalani serangkaian program latihan intensif guna mempersiapkan diri sebagai bagian dari pertahanan nasional," tulis keterangan Dispenad dikutip Rabu, (18/9).
Pembentukan Komcad merupakan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara. Komcad bertujuan memperkuat sistem pertahanan negara dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya bela negara.
Baca Juga: Prajurit TNI Ciptakan Fasilitas Belajar yang Unik untuk Anak-anak Papua
“Komponen Cadangan akan menjadi garda kedua yang siap siaga membela negara. Diharapkan mampu berkontribusi secara nyata dalam menjaga keamanan dan keutuhan NKRI,” tulis keterangan Dispenad. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































