Rapat Koordinasi Teknis 2024, Ini Pesan Aspers KSAU kepada Jajaran Danpomau

Jakarta, IDM - Asisten Personalia (Aspers) KSAU Marsda TNI Mohammad Syafii berpesan agar jajaran Komandan Pomau (Danpomau) dapat beradaptasi pada perkembangan lingkungan strategis dan kemajuan teknologi saat ini.
Dengan demikian, mereka dapat memahami serta mengimplementasikan ilmu manajerial serta manajemen organisasi.
Baca Juga: Aksi Pasukan Elite Denjaka Terjun dari Pesawat Casa di Cirebon
Hal tersebut disampaikan Syafii dalam sambutannya saat membuka rapat koordinasi teknis (Rakornis) Polisi Militer TNI Angkatan Udara (Pomau) tahun 2024, bertempat di Gedung Pramanasala Sekkau, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (25/3).

“Sebagai komandan harus memahami kekurangan dan kelemahan internal satuan sekaligus mampu memetakan peluang dan ancaman yang ada,” sambungnya.
Baca Juga: Ini 5 Daerah di Papua yang Jadi Target Aksi KKB
Di samping itu, Aspers KSAU meyakini bahwa setiap Komandan Pomau mampu memimpin serta membawa satuannya untuk mencapai tujuan dan sasaran yang diharapkan. “Pada akhirnya, hal tersebut dapat berkontribusi dalam mendukung visi pimpinan untuk mewujudkan TNI Angkatan Udara yang disegani di kawasan,” kata dia.
Melansir keterangan TNI AU, Selasa (26/3), Rakornis Pomau tahun ini digelar selama satu hari dengan mengusung tema "Mewujudkan Polisi Militer Angkatan Udara yang Profesional, Adaptif, Modern, dan Berintegritas untuk Mendukung TNI Angkatan Udara yang Disegani di Kawasan". Adapun narasumber yang dihadirkan adalah Setya Budi Arijanta dan Yenti Garnasih. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































