Ranpur Yontankfib 2 Marinir Latihan Mengemudi Aspek Laut

Jakarta, IDM - Kendaraan tempur (Ranpur) Batalyon Tank Amfibi (Yontankfib) 2 Marinir melaksanakan latihan mengemudi di laut yang disimulasikan di Kolam Rampa Kesatrian Marinir Sutedi Senaputra Karangpilang, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/8).
Materi yang dipraktikkan, yaitu debarkasi, embarkasi, dan mengemudi laut dengan mengaplikasikan manuver teknik bertempur ranpur Tank BMP 3F dan PT 76 (M) disertai bantuan penembakan saat operasi amfibi.
Danyontankfib 2 Marinir Letkol (Mar) M Isarisnawan, menyampaikan latihan tersebut bertujuan meningkatkan profesionalisme dan naluri para pengemudi ranpur dalam memanuverkan ranpur secara taktis di laut.
"Sehingga melahirkan generasi pengemudi ranpur yang andal dalam mendukung tugas pokok sebagai satuan Kavaleri Korps Marinir," kata Isarisnawan, dikutip dari keterangan Dispen Kormar.
"Kegiatan berjalan aman dengan pengawasan tim Search And Rescue (SAR), dan tetap mengutamakan zero accident," imbuhnya.
Latihan mengemudi ranpur tersebut bertujuan meningkatkan kesiapan operasional Ranpur, sebagaimana perintah Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana (KSAL) TNI Yudo Margono agar senantiasa membangun sumber daya manusia (sdm) yang unggul dan profesional. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































