HANKAM

Rangkaian Pelatihan Komcad ASN Dimulai 13 April, 2.000 ASN Disebar ke Enam Lemdik Militer

Hengki Yuda
Kapus Komcad Bacadnas Kemhan RI Brigadir Jenderal TNI Hengki Yuda. (IDM/Nirmala Maulana)

Jakarta, IDM – Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI menyatakan, rangkaian pelatihan dasar militer atau komponen cadangan (komcad) bagi aparatur sipil negara (ASN) akan dimulai pada 13 April mendatang.

Kepala Pusat Komcad Bacadnas Kemhan RI Brigadir Jenderal TNI Hengki Yuda menyebutkan, rangkaian dimulai dengan pemberangkatan 2.000 ASN dari Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Para ASN tersebut akan dikirim ke enam lembaga pendidikan (lemdik) militer wilayah Komando Daerah Militer (Kodam) Jaya.

Baca Juga: Kodiklatau Pastikan Kesiapan JAT Jelang Partisipasi di HUT ke-65 Angkatan Bersenjata Brunei Darussalam

“Pada 13 April, tepatnya di Monas, kami akan kumpulkan kurang lebih 2.000 ASN yang akan mengikuti program Komcad ini untuk kami berangkatkan ke enam lemdik,” kata Hengki di balai media Kemhan RI, Jakarta Pusat, Rabu (8/4).

Enam lemdik tersebut antara lain Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) Jaya, Pasmar 1 Cilandak, Wingdik 500 Pangkalan TNI AU (Lanud) Atang Sendjaja, Pusdikkes TNI AD Kramat Jati, Puskom Bela Negara Rumpin Bogor, dan Lanud Halim Perdanakusuma.

“Nah tujuannya apa nanti pada tanggal 13 itu? Teman-teman dilepas untuk menuju ke lemdik-lemdik untuk mengikuti tahapan tes berikutnya yaitu pendataan. Yang pertama adalah pendataan tentang jasmaninya, kebugarannya, kemudian tentang psikologinya, dan juga tentang mental ideologi,” tutur Hengki.

Hengki mengatakan, pendataan penting dilaksanakan sebagai dasar untuk materi yang dilatihkan.

Baca Juga: Hanya Dua Tahun, TNI AD Berhasil Renovasi 2.000 Rumah Dinas

“Apabila ada catatan-catatan dari pendataan itu, maka ada treatment tertentu yang harus kami siapkan, sehingga semuanya berjalan sesuai dengan arahan pimpinan,” kata Hengki.

Diketahui, pelatihan dasar militer atau komcad akan dilakukan terlebih dulu terhadap sekitar 4.000 ASN kementerian/lembaga di Jakarta dan sekitarnya

Pelatihan akan dilaksanakan selama dua gelombang. Setiap gelombang satu setengah bulan.

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, Presiden RI Prabowo Subianto sudah memberikan instruksi agar ASN kementerian atau lembaga yang berumur 18-35 tahun, untuk mengikuti pelatihan dasar militer dalam rangka memperkuat komponen cadangan atau komcad.

Sjafrie menjelaskan bahwa pelatihan dasar militer atau bela negara termaktub dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 30.

Baca Juga: Empat Pati TNI AD Resmi Terima Jabatan Baru, Ada Pangdam hingga Kapuskesad

“Setelah mengikuti pelatihan dasar militer, (mereka) kembali ke posisi semula sebagai ASN di kementerian/lembaga,” kata Menhan RI saat berpidato dalam retret Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Pusat Kompetensi Bela Negara, Cibodas, Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/1).

Sjafrie menyebut, negara harus mempersiapkan diri dalam menghadapi ancaman fisik maupun nonfisik, termasuk menyiapkan komcad.

“Kita nanti punya komponen (cadangan) yang cukup besar. Itulah cara negara mengantisipasi ancaman fisik maupun nonfisik,” kata Sjafrie. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.