HANKAM

Rancang Pusat Peperangan Elektronika, TNI AL Genjot Kesiapan SDM dan Teknologi

rapat
Suasana rapat lanjutan pembahasan konsep pembangunan Electronic Warfare Center (EWC) TNI AL di Mabesal, Jakarta, Selasa (21/7). Rapat dipimpin langsung Askomlek KSAL Laksda TNI Dwi Cahyo Kuncoro. (Foto: Dok. TNI AL)

Jakarta, IDM – TNI AL menggodok konsep pembangunan Pusat Peperangan Elektronika (Electronic Warfare Center/EWC) di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap, Jakarta, Selasa (21/7). Penguatan fasilitas ini ditujukan untuk meningkatkan daya tangkal dan penguasaan informasi di wilayah laut.

Asisten Komunikasi dan Elektronika Kepala Staf Angkatan Laut (Askomlek KSAL) Laksda TNI Dwi Cahyo Kuncoro memimpin langsung rapat perumusan tersebut. Rapat ini membedah empat pilar utama, yakni penataan organisasi, penyiapan personel, penyediaan infrastruktur, dan dukungan teknologi.

Rapat lanjutan ini mematangkan cetak biru EWC yang mulai dirancang pekan lalu. Fasilitas ini bakal menyatukan seluruh sensor pertahanan, sistem senjata, dan jalur komunikasi kapal perang ke dalam satu kendali digital terpadu.

Baca Juga: TNI AU Perkuat Kapabilitas Kru Helikopter Colibri lewat Pelatihan Proficiency Dynamic Aerobatics

Sebelumnya, TNI AL juga menginspeksi pusat data (data center) militer pada Rabu (15/7). Inspeksi tersebut memastikan seluruh jaringan komando digital aman dari ancaman siber.

Dwi menegaskan, jajarannya menyusun konsep EWC secara komprehensif sesuai kebutuhan organisasi dan dinamika ancaman di lapangan.

"Konsep yang disusun diharapkan menjadi landasan dalam proses pengembangan kemampuan TNI AL di bidang peperangan elektronika pada masa mendatang," kata Dwi, dikutip dari laman TNI AL, Rabu (22/7).

Baca Juga: Lawan Ilusi Optik di Udara, Pilot Helikopter Panther TNI AL Digembleng Terbang Malam

Pusat perang elektronika ini nantinya memperkuat dua misi sekaligus, yakni Operasi Militer untuk Perang (OMP) serta Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Pembangunan EWC juga mendukung pengawasan wilayah perbatasan dan patroli keamanan laut.

TNI AL menargetkan perumusan konsep EWC ini selesai dalam waktu dekat. Penguatan kapasitas prajurit dan penguasaan teknologi frekuensi berjalan sejajar demi mengamankan wilayah perairan Indonesia.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.