HANKAM

Rampungkan Pendidikan Susparadas A-204, 200 Prajurit Raih Wing Para Dasar TNI AU

Pasgat
Prajurit yang mengikuti Pendidikan Kursus Para Dasar (Susparadas) Angkatan ke-204 tahun anggaran 2025. (Foto: Dok. tni-au.mil.id)

Jakarta, IDM – Sebanyak 200 prajurit berhasil menyelesaikan Pendidikan Kursus Para Dasar (Susparadas) Angkatan ke-204 tahun anggaran 2025 dan resmi meraih Wing Para Dasar TNI Angkatan Udara (TNI AU).

Dari ratusan prajurit yang lulus, satu di antaranya merupakan prajurit Angkatan Udara Malaysia (Tentera Udara Diraja Malaysia/TUDM). Kehadiran peserta asing ini menjadi simbol atas eratnya kerja sama militer antarnegara sahabat di kawasan.

Para prajurit sebelumnya telah menempuh pendidikan Susparadas di Skadron Pendidikan 803 Wingdik 800/Pasgat selama satu bulan dengan berbagai materi dan pelatihan (drill) di lapangan.

Baca Juga: TNI AL Sudah Siapkan Prajurit untuk Awaki Kapal Selam Scorpene

Pendidikan Kursus Para Dasar A-204 ditutup secara resmi oleh Komandan Wing Pendidikan 800/Pasgat Kolonel Pas Harry Nugroho dalam upacara yang digelar di runway Lanud Sulaiman, Bandung, Rabu (23/7).

Komandan Wing Pendidikan 800/Pasgat Kolonel Pas Harry Nugroho
Komandan Wing Pendidikan 800/Pasgat Kolonel Pas Harry Nugroho menutup Pendidikan Kursus Para Dasar (Susparadas) Angkatan ke-204 tahun anggaran 2025. (Foto: Dok. tni-au.mil.id)

Penutupan pendidikan tersebut menjadi bukti nyata atas komitmen TNI AU dalam menyiapkan prajurit profesional yang siap tempur, memiliki disiplin tinggi, dan mampu melaksanakan misi operasi di medan apa pun, baik dalam maupun luar negeri.

Dalam sambutannya, Harry mengatakan, Kursus Para Dasar merupakan salah satu tahapan penting dalam membentukan prajurit Kopasgat TNI AU yang tangguh, profesional, dan siap menghadapi berbagai misi operasi, khususnya di bidang matra udara.

Baca Juga: Bertahun-tahun Hidup Dalam Gelap Kini Warga di Kabupaten Keerom Punya Listrik Berkat TNI

Rampungnya kursus ini ini tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi menjadi bagian dari kekuatan udara dalam menghadapi beragam tantangan operasi.

"Keberhasilan kalian dalam menyelesaikan pendidikan ini bukanlah akhir, tetapi merupakan awal dari tanggung jawab baru sebagai prajurit Kopasgat yang siap diterjunkan kapan pun dan di mana pun demi kepentingan bangsa dan negara," ungkap Harry dikutip dari laman TNI AU, tni-au.mil.id, Kamis (24/7). (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.