Rampungkan Pendidikan Standarisasi, 9 Perwira TNI AU Awali Pengabdian sebagai Penerbang Militer

Jakarta, IDM – Sebanyak sembilan perwira penerbang TNI Angkatan Udara (TNI AU) telah resmi mengawali pengabdian sebagai penerbang militer usai merampungkan pendidikan standarisasi di Wingdik 100/Terbang.
Pendidikan tersebut ditutup secara resmi oleh Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (Dankodiklatau) Marsdya TNI T.B.H. Age Wiraksono melalui upacara "Penutupan Pendidikan Standarisasi dan Wingday Perwira Prajurit Karier Penerbang TNI TA 2026" di Gedung Serba Guna Ganesa Kodiklatau, Jakarta, Rabu (6/5).
Dalam sambutannya, Dankodiklatau berpesan agar kesembilan 'Elang Muda' TNI AU itu dapat mengimplementasikan ilmu serta keterampilan yang telah mereka peroleh selama menempuh pendidikan standarisasi dalam pelaksanaan tugas di satuan masing-masing.
Baca Juga: Bus Pembawa 620 Burung Ilegal Disetop TNI AL di Bakauheni, Terdeteksi Satwa Langka
Selain itu, mereka juga diharapkan dapat terus belajar serta beradaptasi dengan perkembangan tugas dan dinamika global, guna mendukung terwujudnya TNI AU yang AMPUH (adaptif, modern, profesional, unggul, dan humanis).
Kemudian, sebagai bagian dari prajurit TNI AU, kesembilan penerbang muda itu diharapkan Dankodiklatau dapat menjadikan budaya keselamatan terbang dan kerja sebagai prioritas utama dalam setiap misi. Menurutnya, keberhasilan tidak hanya diukur dari tercapainya sasaran, tetapi juga dari terjaganya keselamatan personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista).

“Pegang teguh disiplin, jaga kehormatan diri dan satuan, serta tunjukkan loyalitas dan integritas dalam setiap pelaksanaan tugas,” tegas Dankodiklatau dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Kamis (7/5).
Pada kesempatan yang sama, Marsdya T.B.H Age turut mengapresiasi prestasi Letda Pnb Jeremias Jairo Pramono yang didapuk sebagai lulusan terbaik pendidikan standarisasi kali ini.
TNI AU melalui laman resminya menjelaskan, pendidikan standarisasi bertujuan menyamakan persepsi, kemampuan, dan prosedur keselamatan bagi calon penerbang militer, termasuk lulusan PSDP (Prajurit Sukarela Dinas Pendek) dan PK (Perwira Karier).
Fokus utamanya mencakup teori dasar penerbangan, karakteristik pesawat, dan prosedur operasi militer. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































