Rampungkan Pendidikan Standardisasi, 22 Perwira Siap Emban Tugas sebagai Penerbang TNI AU

Jakarta, IDM – Sebanyak 22 perwira dari program Prajurit Sukarela Dinas Pendek (PSDP) Khusus Penerbang TNI TA 2026 berhasil menuntaskan Pendidikan Standardisasi.
Prosesi penutupan pendidikan sekaligus Wingday dipimpin langsung oleh Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Udara (Dankodiklatau) Marsdya TNI T.B.H Age Wiraksono di Makodiklatau, Jakarta, Rabu (1/7).
Dengan disematkannya brevet penerbang, mereka kini telah resmi memiliki kualifikasi sebagai penerbang militer dan siap mengabdi pada negeri sebagai bagian dari personel TNI Angkatan Udara (TNI AU).
Baca Juga: Bukan Cuma Disiplin Baja, Komandan Kapal Perang Kini Dituntut Paham Psikologi Modern
Mengutip laman TNI AU, Kamis (2/7), Pendidikan Standardisasi merupakan tahapan penting dalam pembinaan personel. Pendidikan tersebut bertujuan untuk menyelaraskan kemampuan, pengetahuan, keterampilan, serta sikap para peserta agar memenuhi standar sebagai penerbang militer.
Bekal tersebut diharapkan mampu membentuk penerbang militer yang unggul, profesional, dan siap bertugas di satuan masing-masing serta menghadapi dinamika operasi udara.

Dalam amanatnya, Dankodiklatau berpesan agar para penerbang baru TNI AU dapat terus meningkatkan kompetensi serta bersikap adaptif dan inovatif dalam merespons perkembangan teknologi kedirgantaraan yang tengah berlangsung begitu pesat.
"Saya berharap para lulusan PSDP mampu mendukung akselerasi pembangunan kekuatan TNI AU melalui penguasaan teknologi, kesiapan operasional, serta memiliki ketangguhan mental, moral, dan profesionalisme sebagai prajurit udara," tutur Dankodiklatau.
Baca Juga: Pesawat PT AMA Dibakar di Yahukimo, Keselamatan Pilot dan Penumpang Masih Diselidiki
Lebih lanjut, Marsdya T.B.H Age juga mengingatkan bahwa kelulusan tersebut merupakan awal dari pengabdian yang sesungguhnya.
"Implementasikan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh dengan menjunjung tinggi semangat TNI AU AMPUH serta menjadikan safety culture sebagai prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas," pesan dia.
Seiring dengan berakhirnya rangkaian Pendidikan Standardisasi dan Wingday, Penerangan Kodiklatau melalui akun Instagram @kodiklatau_info menyebut Letda Pnb Muhammad Risvi Akbar Said sebagai lulusan terbaik.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































